Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Wamenpan RB–Ombudsman Pastikan Layanan Lalin Nataru Responsif, ETLE hingga SMS Blast Dioptimalkan

Wamenpan RB Purwadi Arianto bersama Ombudsman RI meninjau Command Center Korlantas Polri, KM 29 Tol Jakarta–Cikampek, Rabu (24/12/2025).

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Wamenpan RB–Ombudsman Pastikan Layanan Lalin Nataru Responsif, ETLE hingga SMS Blast Dioptimalkan
Tribunnews/Alfarizy Ajie Fadhillah
NATARU - Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto bersama Anggota Ombudsman RI Dadan S. Suharmawijaya didampingi Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho meninjau Command Center Korlantas Polri di KM 29 Tol Jakarta–Cikampek, Rabu (24/12/2025), jelang puncak arus libur Natal dan Tahun Baru. (Tribunnews/Alfarizy) 

Ringkasan Berita:
  • Wamenpan RB Purwadi Arianto bersama Anggota Ombudsman RI Dadang Suparjo Suharmawijaya meninjau langsung kesiapan layanan lalu lintas Nataru 2025 di Command Center Korlantas Polri, KM 29 Tol Jakarta–Cikampek, Rabu (24/12/2025).
  • Wamenpan RB menilai Command Center Korlantas menjadi tulang punggung pengambilan keputusan dalam pengelolaan lalu lintas selama Nataru.
  • Ia mengapresiasi kesiapan Polri mengantisipasi berbagai potensi risiko, mulai dari peningkatan volume kendaraan hingga cuaca ekstrem.

 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI — Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamenpan RB) Purwadi Arianto bersama Anggota Ombudsman RI Dadang Suparjo Suharmawijaya meninjau langsung kesiapan layanan lalu lintas Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 di Command Center Korlantas Polri, KM 29 Tol Jakarta–Cikampek, Rabu (24/12/2025).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan publik di sektor lalu lintas berjalan responsif, cepat, dan berbasis data di tengah meningkatnya arus kendaraan jelang puncak libur Nataru

Keduanya didampingi Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho.

Wamenpan RB Purwadi Arianto menilai Command Center Korlantas menjadi tulang punggung pengambilan keputusan dalam pengelolaan lalu lintas selama Nataru.

Ia mengapresiasi kesiapan Polri dalam mengantisipasi berbagai potensi risiko, mulai dari peningkatan volume kendaraan hingga cuaca ekstrem.

Rekomendasi Untuk Anda

"Hari ini kami sama-sama mendatangi command center yang memang ini tulang punggung daripada monitoring kegiatan Nataru tahun ini. Saya melihat potensi peningkatan penumpang, peningkatan kendaraan, kepadatan, sampai curah hujan tinggi sudah diantisipasi dengan seksama melalui berbagai strategi tindakan dan target-target yang telah ditetapkan,” ujar Purwadi.

Baca juga: Kemenhub-Korlantas Sepakat Batasi Penuh Angkutan Barang Beroperasi di Jalan Tol Selama Libur Nataru

Purwadi menyoroti pemanfaatan teknologi yang semakin diperkuat dari tahun ke tahun.

Menurutnya, pembaruan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), pengiriman informasi melalui SMS blast, hingga penggunaan mobil command center keliling menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan publik.

"Kita saksikan sistem ETLE yang sudah diperbaharui, kemudian ada SMS blast yang fungsinya memberi informasi kepada masyarakat agar mengantisipasi dan mengikuti langkah-langkah petugas di lapangan. Ini bagian dari pelayanan yang humanis dengan teknologi yang bersahabat,” katanya.

Ia menambahkan, kehadiran mobil command center bergerak memungkinkan Polri mendekatkan layanan langsung ke masyarakat. Jika ke depan dinilai efektif, Purwadi membuka peluang penambahan jumlah unit tersebut.

Sementara itu, Anggota Ombudsman RI Dadang Suparjo Suharmawijaya menyebut Command Center Korlantas sebagai cerminan kesiapsiagaan Polri dalam memberikan pelayanan publik yang cepat dan responsif di situasi dinamis seperti Nataru.

"Kami melihat command center ini menjadi potret kesiapan Polri untuk cepat tanggap dan responsif dalam pelayanan publik, khususnya di lalu lintas saat Natal dan Tahun Baru yang dinamikanya sangat tinggi,” kata Dadang.

Menurutnya, integrasi teknologi di Command Center memungkinkan pengambilan keputusan strategis dilakukan secara cepat dan akurat, termasuk dalam penentuan rekayasa lalu lintas seperti contraflow atau one way.

"Bagaimana keputusan itu diambil secara cepat, apakah perlu one way atau tidak, semua ditunjukkan di sini dengan mengintegrasikan seluruh teknologi yang ada,” ujarnya.

Baca juga: Waspada Banjir saat Nataru 2025/2026, BMKG Ungkap Wilayah dan Jalur Mudik Berisiko

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas