Wamenpan RB–Ombudsman Pastikan Layanan Lalin Nataru Responsif, ETLE hingga SMS Blast Dioptimalkan
Wamenpan RB Purwadi Arianto bersama Ombudsman RI meninjau Command Center Korlantas Polri, KM 29 Tol Jakarta–Cikampek, Rabu (24/12/2025).
Penulis:
Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor:
Theresia Felisiani
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan, seluruh kebijakan rekayasa lalu lintas selama Nataru diputuskan berdasarkan data traffic counting yang dipantau secara real time melalui Command Center.
"Tata kelola Nataru ini menggunakan digital. Semua skenario alih arus, baik contraflow maupun one way, kami putuskan berdasarkan parameter jumlah kendaraan dan update yang ada di command center,” ujar Agus.
Ia memastikan, penguatan teknologi tersebut bertujuan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat agar perjalanan selama libur Nataru berlangsung aman, tertib, dan lancar.
"Kami ingin masyarakat melakukan perjalanan dengan riang gembira, selamat sampai tujuan, dan merasakan kehadiran negara dalam pelayanan lalu lintas,” jelasnya.
Kapan Contraflow Dilakukan?
Korlantas Polri telah menetapkan ambang batas kepadatan kendaraan sebagai dasar penerapan rekayasa lalu lintas selama Operasi Lilin Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Skema yang disiapkan antara lain adalah pemberlakuan contraflow di jalan tol saat arus kendaraan meningkat signifikan.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, penerapan contraflow dilakukan berdasarkan hasil traffic counting yang terpantau secara real time melalui command center. Parameter tersebut menjadi acuan utama sebelum dilakukan intervensi di lapangan.
"Parameter untuk melakukan rekayasa lalu lintas di tol itu tergantung dari traffic counting. Jika arus mencapai 5.500 kendaraan per jam secara berturut-turut di kilometer 50, kami akan melakukan intervensi contraflow satu lajur,” ujar Agus saat ditemui di Command Center KM 29 Tol Jakarta–Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Senin (22/12/2025).
Baca juga: Kapolda Metro Jaya Cek Pengamanan di Bandara Soetta, Antisipasi Potensi Kerawanan Jelang Nataru
Ia menjelaskan, apabila lonjakan arus masih terus meningkat, maka rekayasa lalu lintas akan ditingkatkan secara bertahap.
Ketika volume kendaraan mencapai angka 6.400 kendaraan per jam, contraflow akan diperluas menjadi dua lajur.
"Kalau naik lagi menjadi 6.400 kendaraan per jam, kita akan melakukan contraflow lajur dua. Ini semua dilakukan bertahap, sesuai kondisi di lapangan," katanya.
Agus menambahkan, apabila contraflow satu dan dua lajur belum mampu mengurai kepadatan, Korlantas akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan pengelola jalan tol untuk menerapkan skema lanjutan.
"Kalau masih ada bangkitan arus, nanti kami koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Jasa Marga apakah perlu dilakukan one way sepenggal, tahap pertama dari kilometer 70 sampai 188," ucapnya.
Menurut Agus, seluruh skema rekayasa lalu lintas tersebut disiapkan untuk memastikan kelancaran arus selama libur Nataru, khususnya di ruas-ruas tol utama yang menjadi jalur favorit masyarakat.
Baca tanpa iklan