Gus Yahya setelah Bertemu Rais Aam di Lirboyo: Hati Saya Terasa Lapang
Gus Yahya mengaku hatinya terasa lapang usai bertemu Rais Aam di Lirboyo dan sepakat menyegerakan Muktamar sebagai jalan terbaik bagi NU
Penulis:
Galuh Widya Wardani
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- Gus Yahya menyampaikan rasa lega setelah bertemu Rais Aam PBNU di Pesantren Lirboyo dan menyepakati percepatan Muktamar NU.
- Kesepakatan itu akan ditindaklanjuti dengan pembentukan panitia Muktamar demi menjaga NU tetap utuh dan bermartabat.
- Mantan Wakil Presiden Ma’ruf Amin menilai pertemuan tersebut berlangsung damai dan menandai berakhirnya konflik di tubuh PBNU.
TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengungkapkan perasaannya setelah bertemu dengan Rais Aam PBNU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025) lalu.
Dalam sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya, @yahyacholilstaquf, pada hari yang sama, Kamis (25/12/2025), Gus Yahya mengaku merasa lega.
Gus Yahya menuliskan bahwa hatinya terasa lapang setelah pertemuan yang berlangsung dengan bimbingan para Masyayikh dan arahan para ruasa’ di Lirboyo.
Ia menyebut dia bersama Rais Aam telah mencapai kesepakatan bulat mengenai langkah terbaik bagi jam’iyah Nahdlatul Ulama.
"Dengan bimbingan para Masyayikh dan pangendikan para ruasa’, bersama Rais Aam, kami sepakat, jami’ mani’, bahwa jalan terbaik bagi jam’iyah adalah dengan menyegerakan Muktamar yang legitimate," tulis Gus Yahya.
Gus Yahya meyakini kesepakatan tersebut merupakan buah dari ikhtiar lahir dan batin para masyayikh demi menjaga Nahdlatul Ulama tetap bermartabat, utuh, dan berwibawa.
Lebih lanjut, Gus Yahya menyampaikan bahwa kesepakatan itu akan segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret.
Salah satunya melalui pembentukan panitia Muktamar agar forum tertinggi organisasi dapat dilaksanakan bersama dengan menjunjung adab, ketenangan, dan tanggung jawab.
"Saya meyakini bahwa kesepakatan ini merupakan atsar dari ikhtiar para Masyayikh yang diupayakan terus-menerus, berikut ikhtiar batin, untuk menjaga NU tetap bermartabat, utuh dan berwibawa."
"Insyaallah, langkah ini segera kami tindak lanjuti dengan pembentukan panitia Muktamar, agar forum tertinggi jam’iyah dapat kita jalani bersama, dengan adab, ketenangan, dan tanggung jawab," lanjut Gus Yahya.
Baca juga: Idrus Marham Sambut Islah PBNU: Muktamar Jalan Bermartabat Akhiri Konflik
Di akhir pernyataannya, Gus Yahya memohon doa agar setiap niat baik dalam menjaga Nahdlatul Ulama selalu mendapatkan kelancaran.
“Semoga Allah swt. meridhai setiap niat baik kita dalam menjaga rumah besar ini,” katanya.
Pandangan Ma'ruf Amin
Mantan Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin memberikan respons mengenai pertemuan jajaran pimpinan PBNU, yakni Rais Aam K.H. Miftachul Akhyar dan Ketua Umumnya, Gus Yahya.
Menurut Ma’ruf Amin, pertemuan yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, pada Kamis (25/12/2025) kemarin berlangsung dalam suasana damai dan penuh ketenangan.
Ia menilai kedua tokoh PBNU tersebut sama-sama hadir dengan menunjukkan sikap kepala dingin, duduk bersama, serta tampak akrab dan saling berinteraksi dengan para Mustasyar dan jajaran Syuriah PBNU.
Baca tanpa iklan