Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dukung Pilkada Lewat DPRD, Gerindra: Harus Berani Ubah Sistem

Ketua DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi mengatakan, Indonesia mesti berani memperbaiki sistem pilkada yang berlangsung selama ini.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Dukung Pilkada Lewat DPRD, Gerindra: Harus Berani Ubah Sistem
Tribunnews.com/Fersianus Waku
SISTEM PILKADA - Ketua DPP Partai Gerindra, Prasetyo Hadi saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/8/2025). Ketua DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi mengatakan, Indonesia mesti berani memperbaiki sistem pilkada yang berlangsung selama ini. 

Pilkada langsung oleh rakyat mencoblos gambar calon kepala daerah di TPS (tempat pemungutan suara) baru pertama kali digelar pada Juni 2005 hingga Pilkada 2024 lalu.

Namun di Pilkada mendatang muncul usul kepala daerah kembali dipilih melalui Anggota DPRD.

Baca juga: Dukung Pilkada Langsung, Guntur Romli: PDIP Tak Kenal Mahar Politik, Mualem Jadi Bukti

Pandangan Pengamat

Sementara itu, Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama Institute Ari Junaedi menilai, pilkada melalui DPRD mencederai tuntutan reformasi.

"Wacana pelaksanaan pemilihan kepala daerah dikembalikan melaui format dipilih di DPRD, esensinya mencederai tuntutan-tuntutan reformasi," kata Ari kepada Tribunnews.com, Rabu (24/12/2025).

Ari mengakui pelaksanaan pilkada langsung selama ini belum berjalan sempurna.

Ia menyoroti masih maraknya praktik politik uang serta belum optimalnya kualitas kepemimpinan lokal yang dihasilkan dari mekanisme tersebut.

Meski demikian, menurut Ari, berbagai kelemahan dalam pilkada langsung tidak semestinya dijadikan alasan untuk menghapus esensi demokrasi dengan mengalihkan pemilihan kepada DPRD.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jika bicara eskalasi buruknya saja bisa saja praktik permainan uang yang selama ini dibagi-bagikan ke pemilih di daerah justru bisa dialihkan hanya untuk “membayar” separuh plus 1 suara dari seluruh anggota DPRD agar sang calon terpilih," tegas Ari.

Oleh karena itu, Ari menekankan bahwa langkah yang lebih tepat adalah memperbaiki kualitas pelaksanaan pilkada langsung.

Perbaikan tersebut, menurutnya dapat dilakukan dengan menerapkan seluruh aturan secara konsekuen serta menjaga netralitas penyelenggara pemilu.

Ia juga menyoroti pentingnya peran Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Badan Pengawas Pemilu, serta aparat negara seperti kepolisian, TNI, dan aparatur sipil negara (ASN) agar tetap profesional dan tidak berpihak.

"Harus diingat esensi demokrasi adalah pemilihan langsung oleh rakyat. Bukan pemilihan oleh wakil-wakil rakyat. Jika itu terjadi maka terjadi reduksi demokrasi alias pengebirian demokrasi," ungkap Ari.

(Tribunnews.com/Deni)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas