Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kemenkes: 3.719 Relawan Pastikan Layanan Kesehatan Pulih Pasca Bencana di Aceh, Bantu Persalinan

Sebanyak 3.719 relawan kesehatan dikerahkan sejak awal bencana di seluruh wilayah Aceh.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Erik S
zoom-in Kemenkes: 3.719 Relawan Pastikan Layanan Kesehatan Pulih Pasca Bencana di Aceh, Bantu Persalinan
HO/IST/Kemenkes RI
RELAWAN KESEHATAN - Pada 27 Desember 2025, instalasi bedah RSUD Muda Sedia berhasil melaksanakan enam tindakan operasi yang sebelumnya sempat tertunda akibat dampak bencana. Tindakan tersebut meliputi operasi sectio caesarea, kuretase, serta operasi bedah umum. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 3.719 relawan kesehatan dikerahkan membantu korban banjir bandang dan longsor di Aceh sejak akhir November 2025.
  • Relawan disebar ke berbagai daerah dan mendukung layanan di puskesmas, rumah sakit, serta pos kesehatan di pengungsian.
  • Berkat dukungan relawan, layanan kesehatan penting seperti bedah dan persalinan kembali berjalan dengan baik.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Di tengah keterbatasan, sebanyak 3.719 relawan kesehatan dikerahkan sejak awal bencana di seluruh wilayah Aceh.

Ribuan relawan ini mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang mengalami bencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.

Seluruh relawan dimobilisasi dan dikoordinasikan melalui Health Emergency Operation Center (HEOC) sesuai dengan prosedur penanganan bencana Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca BMKG Selasa, 6 Januari 2026: Aceh hingga Jakarta Waspada Hujan Lebat

Relawan terbesar disebar di Kabupaten Pidie Jaya sebanyak 1.065 orang dan Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 923 orang.

Saat ini, layanan kesehatan yang telah beroperasi di Aceh ada sekitar 309 puskesmas, 23 RS Pemerintah (RSUD dan RS TNI/Polri), dan 377 pos kesehatan yang menjangkau 1.008  pos pengungsian.

“Kami mengerahkan seluruh potensi tenaga kesehatan yang ada dan terus memantau distribusi relawan agar bantuan dapat menjangkau setiap daerah sesuai kebutuhannya,” ujar Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Agus Jamaludin.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menambahkan, tantangan utama saat ini adalah memastikan rotasi relawan berjalan lancar tanpa mengganggu kontinuitas layanan di fasilitas kesehatan.

Dari sisi komposisi profesi, relawan didominasi tenaga medis lapangan.

Perawat menjadi profesi terbanyak dengan 923 orang, disusul tenaga kesehatan lainnya sebanyak 766 orang, dokter umum 736 orang, dan dokter spesialis 264 orang.

Baca juga: Belajar di Atas Terpal Plastik Kusam, Potret Haru Siswa SD di Aceh Tamiang Usai Banjir Bandang

Selain itu, terdapat 179 apoteker, 124 bidan, serta 350 tenaga non kesehatan yang mendukung operasional layanan.

Sejumlah profesi pendukung juga diterjunkan, antara lain tenaga sanitasi lingkungan, logistik, gizi, psikologi klinis, hingga entomolog kesehatan.

Berdasarkan asal instansi, mayoritas relawan berasal dari unsur pemerintah dengan jumlah 2.399 orang.

Dukungan juga diberikan oleh kalangan akademisi sebanyak 780 orang, NGO/LSM 307 orang, serta organisasi profesi sebanyak 233 orang.

Cerita dari Lapangan

Pemulihan layanan kesehatan ini misalnya tampak di RSUD Muda Sedia, Kabupaten Aceh Tamiang.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas