Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Retret Kabinet, Prabowo Bicara Soal Swasembada Beras, Program MBG hingga Pihak yang Nyinyir 

Prabowo pimpin retret kabinet di Hambalang, tekankan swasembada pangan-energi. Indonesia klaim cadangan beras tertinggi dan MBG jangkau 55 juta anak

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Retret Kabinet, Prabowo Bicara Soal Swasembada Beras, Program MBG hingga Pihak yang Nyinyir 
Tribunnews.com/Sekretariat Presiden
RETRET KABINET - Presiden Prabowo Subianto menggelar retret Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Prabowo menggelar retret didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming. (Sekretariat Presiden). 

“Jadi saudara-saudara, pangan dan energi harus kita mandiri, harus kita mandiri,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengapresiasi capaian pemerintah yang berhasil mewujudkan swasembada pangan. Target swasembada yang seharusnya dicapai dalam empat tahun ternyata dapat terwujud dalam waktu satu tahun.

Baca juga: Retret Hambalang, Pakar: Menteri Harus Berani Beri Masukan Prabowo, Jangan Hanya Asal Bapak Senang

“Alhamdulillah, target yang saya berikan kepada tim pangan, yang saya berikan pada awal pemerintahan yang saya pimpin, adalah empat tahun untuk swasembada pangan. Alhamdulillah, 31 Desember 2025 pukul 24.00, kita bisa dengan resmi mengatakan bahwa pada tahun 2025 Republik Indonesia swasembada beras,” katanya.

Selain swasembada pangan, Indonesia juga, kata Presiden, telah meningkatkan cadangan beras nasional. Stok beras yang ada di gudang-gudang pemerintah saat ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.

Baca juga: Dasco: Retret Kabinet Prabowo di Hambalang untuk Satukan Visi

“Saya merasa besar hati dan bangga bahwa hari ini cadangan beras kita di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Republik Indonesia,” kata Presiden.

Menurut Presiden, cadangan beras Indonesia sebelumnya pernah mencapai 2 juta ton. Namun, saat ini cadangan beras telah mencapai lebih dari 3 juta ton.

“Hari ini, cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Program MBG

Pada retret tersebut, Presiden juga menyampaikan mengenai program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut saat ini telah menyasar 55 juta penerima manfaat.

“Sebanyak 55 juta anak-anak Indonesia menerima makan tiap hari, termasuk ibu-ibu hamil,” katanya.

Capaian tersebut, kata Presiden, sangat membanggakan. Pasalnya, negara lain seperti Brasil yang memiliki program serupa membutuhkan waktu 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat.

Presiden tidak menampik bahwa masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan program tersebut. Dalam setiap usaha yang dilakukan manusia pasti ada kekurangan. Namun, berdasarkan data yang dimiliki, tingkat keberhasilan program mencapai 99,9 persen.

“Jadi tentunya kita harapkan zero defect. Itu yang harus kita capai. Kita tidak puas dengan kekurangan 0,00 sekian. Itu pun bagi kita adalah sesuatu yang harus kita atasi. Dan alhamdulillah kita sudah mengatasi dan terus mengatasinya, langkah demi langkah, pengawasan demi pengawasan, serta langkah-langkah pengamanan yang terus kita lakukan,” katanya.

Pemerintah, kata Presiden Prabowo, telah berhasil membuktikan mampu menjalankan program MBG yang sempat diragukan banyak pakar. Program tersebut kini sangat dinantikan oleh anak-anak di berbagai daerah.

“Kita buktikan. Saya sangat yakin. Walaupun begitu banyak pakar yang mengejek saya dan tim saya, menyinyir. Mereka mengatakan MBG pasti gagal. Tapi kita buktikan kepada mereka, MBG berhasil. MBG dinantikan oleh semua rakyat,” katanya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas