Detik-detik Anak Terpapar Kekerasan Ekstrem Rakit Bom Pipa untuk Disebar di Komunitas Internasional
Densus 88 Antiteror Polri menampilkan anak yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem merakit bom pipa untuk dikirim ke komunitas internasional.
Penulis:
Abdi Ryanda Shakti
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
- Densus 88 tampilkan video anak yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem sedang merakit bom pipa untuk dikirim ke komunitas internasional True Crime Community
- Tampilkan video anak yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem membawa senjata api replika ke sekolah di Jawa Tengah
- Densus 88 Antiteror Polri mengungkap adanya komunitas di media sosial yang menyebarkan ideologi kekerasan ekstrem seperti Neo Nazy hingga White Supremacy
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Densus 88 Antiteror Polri menampilkan anak yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem merakit bom pipa untuk dikirim ke komunitas internasional yakni True Crime Community (TCC).
Dari video yang ditampilkan, terlihat seorang anak dengan mengenakan sarung tangan plastik sedang menaruh serbuk berwarna hitam di atas sebuah kertas.
Selanjutnya, serbuk hitam itu ia masukan ke dalam pipa yang berjumlah dua buah dengan bentuk saling menempel.
Di pipa tersebut, terlihat juga kabel dan jam tangan tanpa tali dalam posisi terpasang.
Terdengar anak tersebut memberikan tutorial sambil berbicara dengan bahasa inggris yang intinya untuk memberi peringatan agar hati-hati ketika membuat bom pipa itu.
"Ini salah satu anak yang kami temukan, yang bersangkutan membuat tutorial bagaimana membuat bom dalam bahasa Inggris yang di-upload ya, yang akan di-upload untuk komunitas internasionalnya," kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Rabu (7/1/2026).
Baca juga: Kronologi Remaja Tusuk Bocah 10 Tahun di Rusia, Disebut Densus Terinspirasi Bom SMAN 72 Cilincing
Selain itu, Mayndra juga menampilkan sebuah video yang memperlihatkan anak yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem dengan membawa senjata api (senpi) replika ke sekolah di Jawa Tengah.
Saat itu, anak tersebut terlihat masih mengenakan seragam Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Dia merekam aksinya mulai dari mengecek isi peluru, mengokang hingga menodongkan senjata replika itu ke temannya.
Baca juga: Densus 88 Ungkap Aksi Peledakan SMAN 72 Jakarta Menginspirasi Kasus Teror Remaja di Rusia
Saat itu, ia juga memeragakan gestur menembak ke temannya yang berdiri tak jauh dari dirinya.
"Mengapa penanganan anak-anak ini prioritas? Dari interview yang dilakukan oleh penyelidik, kami menemukan bahwa anak-anak ini di dalam wilayah yang berbeda berencana untuk melakukan bunuh diri setelah meledakkan beberapa kelas," ucapnya.
"Ya di sini disebutkan kelas 7, kelas 8, kelas 9. Lalu membantai guru, mensabotase CCTV. Sasaran aksinya adalah teman sekolah dan guru," sambungnya.
70 Anak Terbanyak di Jakarta
Densus 88 Antiteror Polri mengungkap adanya komunitas di media sosial yang menyebarkan ideologi kekerasan ekstrem seperti Neo Nazy hingga White Supremacy melalui WA Grup True Crime Community (TCC).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Eddy Hartono mengatakan penyebaran konten ini ditujukkan khususnya kepada anak-anak yang nantinya bisa terpapar hingga terorisme.
"Anak-anak ini terpapar konten kekerasan di ruang digital khususnya di grup True Crime Community (TCC) ya. Anak-anak ini memang kalau enggak ditangani ya, jadi kalau dalam fase sebelum terorisme, itu akan masuk kepada ekstremisme, kemudian radikalisme, kemudian terorisme," kata Eddy dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (7/1/2025).