Membedah 3 Cara Gibran Balas Kritik Pedas dari Komika Pandji Pragiwaksono
Pengamat politik Adi Prayitno membedah cara-cara yang dilakukan Wapres Gibran untuk membalas kritik Pandji Pragiwaksono.
Penulis:
Febri Prasetyo
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
“Ini semacam pesan politik bahwa orang-orang yang dikritik oleh dikritik oleh Pandji, disenggol oleh Pandji, diajak ketemu dan diajak kumpul oleh Gibran. Ini semacam pesan bahwa orang-orang yang dikritik Pandji itu adalah orang-orang yang tidak terlampau mempersoalkan apa pun dengan kritikan-kritikan itu,” kata Adi menjelaskan.
Yang ketiga, dalam pertemuannya dengan Tompi dan Raffi, Gibran membahas cara melakukan pemulihan dan pembangunan di Sumatra yang dilanda bencana alam banjir bandang dan tanah longsor.
“Apalagi dalam pernyataan politiknya, Gibran memberikan apresiasi kepada kawan-kawan seniman, budayawan, yang dinilai punya solidaritas yang luar biasa. Berkumpul mengumpulkan donasi,” ucap Adi.
“Secara politik, sepertinya Gibran itu ingin kasih pesan, ya seniman atau siapa pun, bahwa yang dia dibicarakan itu adalah hal-hal yang konkret dan turut serta bagaimana berkontribusi yang terkait dengan bencana alam di Sumatra."
Adi mengatakan gaya politik semacam itu sengaja ingin ditunjukkan Gibran setelah mendapatkan kritik dari Pandji.
Baca juga: Pandji Roasting Wapres Gibran, Bolehkah? Ini Kata Mahfud MD dari Perspektif Hukum
Menurut Adi, ketimbang membantah kritik atau melakukan klarifikasi, Gibran lebih suka meresponsnya secara simbolis lewat pesan politik yang bisa ditangkap oleh publik.
(Tribunnews/Febri)
Baca tanpa iklan