1.500 Petugas Haji 2026 Mulai Jalani Pendidikan dan Latihan Semi Militer
Lebih dari 1.500 calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 mulai menjalani pendidikan dan latihan semi militer.
Penulis:
Sri Juliati
Editor:
Garudea Prabawati
"Nanti didesain oleh para pelatih, sesuai dengan tugas dan fungsinya. Tugas bandara apa rinciannya, akomodasi hotel apa yang harus disiapkan, sampai katering dan wartawan," tegas Dendi.
Dendi menambahkan, koordinasi antarpetugas sudah dibangun sejak di tanah air agar pelayanan di lapangan nantinya berjalan sinkron.
Sebelumnya, Anggota Tim Pokja Diklat PPIH 2026 M, Letkol Arm Tulus Widodo mengatakan, diklat terpadu dengan pendekatan semi-militer dirancang melibatkan berbagai instrumen lintas sektor.
Mulai dari TNI, Polri, hingga tenaga kesehatan, sebagai bagian dari penguatan sistem pembinaan petugas haji yang profesional dan berdaya tahan tinggi di lapangan.
Menurut Tulus, tahapan pelatihan meliputi jalan sehat, senam kebugaran, hingga latihan baris-berbaris, yang difokuskan untuk membentuk karakter dan disiplin petugas.
"Pelatihan ini bisa dikatakan seperti semi-militer. Namun perlu ditegaskan, ini bukan menjadikan petugas sebagai militer, melainkan pendekatan semi-militer untuk membentuk karakter, disiplin, dan rasa bangga dalam melaksanakan tugas sebagai petugas haji," katanya dalam agenda presentasi di hadapan Menteri serta Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Selasa (30/12/2026).
Sementara itu, Direktur Bina Petugas Haji Reguler, Chandra Sulistio Reksoprodjo, menegaskan, kesiapan fisik menjadi perhatian khusus dalam Diklat PPIH tahun ini.
“Selain mampu menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing bidang, petugas haji harus memiliki kesiapan fisik yang memadai. Tanpa fisik yang kuat, petugas akan kesulitan menghadapi berbagai persoalan di lapangan,” jelas Chandra.
Ia menambahkan, pada tahun ini Diklat PPIH tidak hanya menekankan aspek fisik, tetapi juga memperkuat pengetahuan, kesiapsiagaan, dan mitigasi risiko yang mungkin dihadapi petugas selama operasional haji.
“Kami lengkapi petugas dengan pengetahuan tambahan untuk mengantisipasi berbagai kondisi dan situasi di lapangan. Namun yang paling kami tekankan adalah bahwa tugas utama petugas haji adalah melayani jemaah,” tegasnya.
Diketahui, pada tahun ini, kuota jemaah haji Indonesia sebanyak 221.000 jemaah. Berdasarkan data pada aplikasi Nusuk Masar, kuota tersebut terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler (92 persen) dan 17.680 jemaah haji khusus (8 persen).
(*)
Baca tanpa iklan