Beda Versi Soal Pertemuan Eggi Sudjana–Jokowi di Solo
Polemik pertemuan Eggi Sudjana dan Damai Lubis dengan Jokowi memanas. Bantah minta maaf, muncul klaim didampingi polisi aktif.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Pertemuan tertutup Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo memunculkan versi berbeda.
- Relawan dan kuasa hukum Jokowi menyebut ada permintaan maaf, namun Eggi membantah keras melalui Mikhael Sinaga.
- Ia mengklaim datang untuk menyampaikan sikap kritis, bahkan menasihati Jokowi, serta mengungkap dugaan kehadiran dua polisi aktif.
TRIBUNNEWS.COM - Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis bertemu dengan Presiden ke-7, Joko Widodo atau Jokowi di Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (8/1/2026).
Pertemuan berlangsung tertutup dan dihadiri kuasa hukum Eggi, Elida Netty, serta pengurus Relawan Jokowi (ReJO), Darmizal dan Rakhmad.
Setelah pertemuan, beredar narasi Eggi Sudjana datang untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada mantan Wali Kota Solo dan eks Gubernur Jakarta tersebut.
Namun, terbaru ada versi berbeda terkait pertemuan Eggi Sudjana cs dan Jokowi.
Mikhael Sinaga, host podcast YouTube Sentana TV, yang mengklaim mendapat penjelasan langsung dari Eggi Sudjana melalui sambungan telepon mengenai pertemuan tersebut.
Menurut Mikhael, narasi yang menyebut Eggi Sudjana datang ke rumah Jokowi untuk meminta maaf tidak sesuai dengan fakta yang disampaikan langsung oleh Eggi kepadanya.
“Bang Eggi Sudjana sendiri yang mengangkat telepon saya dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Tidak ada permintaan maaf. Sama sekali tidak ada,” ujar Mikhael dalam siaran channel YouTube Sentana TV, Kamis.
Mikhael menjelaskan, pertemuan di kediaman Jokowi di kawasan Sumber, Solo, tersebut, berdasarkan keterangan Eggi Sudjana merupakan pertemuan lanjutan (follow up) dari pertemuan sebelumnya pada 16 April 2025.
Pertemuan itu berkaitan dengan laporan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) terkait dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi.
“Ini pertemuan kedua. Follow up. Tujuannya jelas, bukan silaturahmi biasa, apalagi minta maaf,” kata Mikhael menegaskan.
Ia menyebut, Eggi Sudjana memang mengakui bertemu langsung dengan Jokowi.
Namun isi pertemuan justru berisi dialog dan penyampaian pandangan kritis, bukan permohonan maaf.
“Yang terjadi justru sebaliknya. Bang Eggi mengatakan dia menasihati Jokowi. Memberikan pandangan dan peringatan moral,” ujar Mikhael.
Hal paling sensitif dari pengakuan Eggi, menurut Mikhael, adalah adanya dua aparat kepolisian aktif yang ikut mendampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis saat memasuki rumah Jokowi.
“Ini pengakuan langsung Bang Eggi. Ada dua sosok aparat, satu penyidik dan satu atasan,” kata Mikhael.