Tolak Pilkada lewat DPRD, PDIP Disebut 'Dikeroyok' dan Ditinggalkan Sendirian
PDIP seolah "dikeroyok" karena sendirian menolak wacana pilkada secara tidak langsung lewat DPRD.
Penulis:
Febri Prasetyo
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Dia menegaskan,meski ada tekanan, sikap PDIP tidak akan bergeser.
“Dan, sikap kita kan sudah tegas dari awal, kita enggak akan berubah. Bahwa itu adalah hak rakyat yang tidak bisa diwakilkan pada segelintir orang di DPRD,” ucapnya.
Munculnya wacana pilkada lewat DPRD
Wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD kembali muncul setelah Partai Golkar mengusulkannya, lalu disambut baik oleh beberapa partai lain seperti PKB.
Golkar mengusulkan pilkada melalui Dewan DPRD sebagai wujud pelaksanaan kedaulatan rakyat, dengan menitikberatkan pada keterlibatan dan partisipasi publik dalam proses pelaksanaannya.
“Kami yakin pilkada lewat DPRD lebih tepat. Tapi ini perlu kajian mendalam,” kata Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia dalam sambutannya di puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, (5/12/2025).
Baca juga: Wacana Pilkada via DPRD, Ray Rangkuti: Bagaimana Bisa Beri Kepercayaan Pihak yang Tak Kita Percaya?
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengatakan mahalnya ongkos pilkada langsung tak akan bisa ditekan hanya dengan mengubah mekanisme pemilihan.
"Untuk mengurai masalah ongkos biaya tinggi pilkada tidak serta merta bisa diselesaikan dengan pilkada lewat DPRD, itu jumping conclusion," ujar Said, Senin, (22/12/2025).
(Tribunnews/Febri/Rizki Sandi)
Baca tanpa iklan