Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prabowo: Saya Orang Banyumas, Beda dengan Orang Solo

Presiden menyinggung latar belakang dirinya sebagai orang Banyumas saat menyampaikan sambutan dalam peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Prabowo: Saya Orang Banyumas, Beda dengan Orang Solo
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
SEKOLAH RAKYAT - Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan di sekolah rakyat terpadu 8, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). (Igman Ibrahim) 
Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto menyinggung latar belakang dirinya sebagai orang Banyumas saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
  • Ia menjelaskan bahwa karakter orang Banyumas berbeda dengan orang Solo yang dikenal halus, sementara Banyumas lebih tegas dan lugas.
  • Ia menegaskan terbiasa berbicara apa adanya, baik untuk memuji hal yang positif maupun mengkritik hal yang dianggap tidak benar.

TRIBUNNEWS.COM, BANJARBARUPresiden Prabowo Subianto menyinggung latar belakang dirinya sebagai orang Banyumas saat menyampaikan sambutan dalam peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). 

Ia mengatakan karakter orang Banyumas berbeda dengan orang Solo yang dikenal lebih halus. Hal itu disampaikan Prabowo ketika menjelaskan gaya bicaranya yang blak-blakan di depan para siswa, guru, dan tamu undangan.

“Saya ini orang Jawa tapi dari Banyumas, setengah Banyumas setengah Sulawesi. Jadi kalau orang Banyumas itu agak beda dengan orang Solo. Mana ada orang Solo di sini?” ujar Prabowo.

Ia melanjutkan dengan menggambarkan gaya komunikasi khas Banyumas yang dinilainya lebih tegas dan lugas.

“Kalau orang Solo itu bicaranya halus ya kan? Kalau Banyumas itu prep prep. Terus bisa-bisa orang Banyumas itu ya mungkin mirip-mirip Madura lah kira-kira,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, karakter itu membuatnya terbiasa berbicara apa adanya, termasuk ketika menyampaikan bahwa ia akan memuji hal yang baik dan mengkritik hal yang dianggap tidak benar.

“Jadi apa adanya. Kalau tidak benar saya bilang tidak benar. Tapi kalau baik saya bilang baik. Kalau hebat saya bilang hebat,” ucapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja penting ke wilayah Kalimantan pada hari ini, Senin, 12 Januari 2026.

Kunjungan ini mencakup dua provinsi utama, yaitu Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, dengan fokus pada pendidikan dan ketahanan energi.

Sekolah Rakyat

Pada Tahun 2025, sebanyak 166 titik lokasi Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi. Tersebar di Sumatera 35 lokasi, Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 7 lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku 7 lokasi, dan Papua 6 lokasi.

Adapun Sekolah Rakyat Rintisan saat ini menampung 14.846 siswa dan didukung oleh 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan (Tendik).

Seiring beroperasinya sekolah rakyat rintisan, tahun ini pembangunan Sekolah Rakyat Permanen juga sudah dimulai di 104 titik lokasi. Tersebar di Sumatera 26 lokasi, Jawa 40 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 3 lokasi, Kalimantan 12 lokasi, Sulawesi 16 lokasi, Maluku 4 lokasi, dan Papua 3 lokasi.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas