Prabowo Ungkap Cita-Citanya: Kemiskinan Ekstrem Hilang pada 2029
Prabowo Subianto mengungkapkan cita-citanya pada akhir masa jabatannya sebagai Presiden RI pada 2029 mendatang, yaitu mengentaskan kemiskinan ekstrem.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Prabowo Subianto mengungkapkan cita-citanya pada akhir masa jabatannya sebagai Presiden RI pada 2029 mendatang, yaitu mengentaskan kemiskinan ekstrem.
- Prabowo menyebut bahwa keberhasilan pemerintahannya sangat banyak dan jika dirinci akan sangat panjang.
- Ia mengaku tak ingin sombong atau membesar-besarkan prestasi tersebut, tapi menurutnya perlu bangga dengan bukti.
TRIBUNNEWS.COM - Prabowo Subianto mengungkapkan cita-citanya pada akhir masa jabatannya sebagai Presiden RI pada 2029 mendatang, yaitu mengentaskan kemiskinan ekstrem.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan di Sekolah Rakyat Terpadu, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
"Cita-cita saya di akhir masa jabatan saya tahun 2029 bahwa mereka yang berada di kemiskinan ekstrem desil 1 dan 2 bisa kita ubah nasibnya, kita bisa hilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Saya percaya itu bisa terjadi," ujarnya.
Prabowo menyebut bahwa keberhasilan pemerintahannya sangat banyak dan jika dirinci akan sangat panjang.
Ia mengaku tak ingin sombong atau membesar-besarkan prestasi tersebut, tapi menurutnya perlu bangga dengan bukti.
"Ya, tidak boleh kita tidak mengerti keberhasilan. Kita tidak boleh jadi bangsa yang rendah diri, rendah hati boleh, jangan rendah diri, jangan inferior.
"Kalau Indonesia selalu jelek, enggak boleh. Tidak benar. Indonesia berprestasi. Indonesia bisa berprestasi. Indonesia akan berprestasi. Dan Indonesia akan bangkit menjadi negara yang baik, negara yang maju, negara yang sejahtera," ungkapnya.
Swasembada Beras
Presiden Prabowo Subianto juga sempat mengapresiasi kinerja kementerian dan lembaga di Kabinet Merah Putih.
"Tapi saya benar-benar bahagia hari ini, kementerian-kementerian saya, kabinet saya, saya merasakan kompak," ujar Prabowo.
Kepala Negara pun meminta semua pihak untuk tidak terlalu percaya analisis orang pintar di media sosial (medsos) yang menganalisis pemerintahannya.
"Jangan percaya orang-orang yang terlalu pintar ya, yang ngomong di sosmed, menganalisa terjadi sesuatu perpecahan di antara lingkungannya Prabowo. Seru. Saya sendiri tertarik, dari mana ini?"
Baca juga: Peresmian 166 Sekolah Rakyat, 9 Menit Prabowo Sebut Nama Pejabat Hadir: Terima Kasih Sudah Bersabar
"Tapi nggak, saya merasa kerja keras, kompak, team work yang luar biasa sehingga kita mencapai keberhasilan demi keberhasilan, bukti demi bukti," lanjutnya.
Prabowo kemudian mengungkapkan bahwa per 31 Desember 2025, pemerintahannya berhasil swasembada beras.
Padahal pada tahun 2024-2025, Indonesia sedang mengalami El Nino dan kekeringan berkepanjangan.
"Kita bisa mengatasi, dan kita bisa menghasilkan produksi beras tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia."
"Cadangan beras kita di gudang pemerintah hari ini tertinggi selama sejarah Republik Indonesia," tuturnya.
Prabowo Tahan Air Mata
Presiden Prabowo Subianto sempat menahan air mata saat menyaksikan langsung prestasi para murid Sekolah Rakyat dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Terpadu di Banjarbaru.
Dalam sambutannya, Prabowo mengaku terharu melihat kemampuan dan pencapaian siswa-siswi yang baru enam bulan menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
“Saya cukup bahagia, cukup besar hati. Saya terharu sebetulnya melihat dampak daripada upaya kita,” ujar Prabowo.
Ia kemudian menyampaikan kekagumannya terhadap murid-murid yang mampu tampil dalam berbagai kompetisi akademik hingga kesenian. Bahkan, Prabowo mengatakan sempat kesulitan menahan emosi karena bangga.
“Mudah-mudahan kamera nggak menuju ke saya tadi, sulit saya tahan air mata juga itu,” ungkapnya.
Prabowo menyebut beberapa murid sudah menjadi juara olimpiade, tampil berpidato dalam berbagai bahasa, hingga menunjukkan kemampuan baris-berbaris yang membuatnya terkesan.
“Saya terkesima hari ini, terus terang saja, terkesima,” katanya.
Presiden juga menilai keberhasilan itu lahir dari kerja keras seluruh kementerian dan lembaga yang terlibat dalam pendirian Sekolah Rakyat, serta upaya bersama meningkatkan pemerataan pendidikan.
Ia menegaskan tujuan program ini adalah mengangkat derajat anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memiliki akses pendidikan terbaik.
“Kita bikin sekolah terbaik, sekolah berasrama untuk mereka-mereka yang mungkin tidak punya harapan,” jelasnya.
Menurutnya, pendidikan adalah jalan utama untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem. Karena itu, ia berkomitmen memperluas jumlah Sekolah Rakyat hingga 500 kampus pada 2029 dengan target total 500 ribu murid.
“Saya tergerak, teringat bayangkan kalau waktu itu kita tidak ambil sikap yang berani. Mari kita berbuat yang mungkin tidak lazim,” tandasnya.
(Tribunnews.com/Deni)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.