Survei Litbang Kompas Sebut 77,3 Persen Publik Ingin Pilkada Langsung, PDIP: Kami Tak Sendirian
Juru Bicara PDIP Seno Bagaskoro menegaskan bahwa pihaknya tak sendirian dalam mendukung pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Juru Bicara PDIP Seno Bagaskoro menegaskan bahwa pihaknya tak sendirian dalam mendukung pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung.
- Seno menyinggung hasil survei Litbang Kompas, yaitu mayoritas publik atau 77,3 persen responden menyatakan bahwa pilkada langsung atau kepala daerah dipilih oleh rakyat merupakan sistem paling cocok.
- Meskipun sepi dukungan di Senayan, tapi PDIP sedang menyuarakan kehendak mayoritas masyarakat.
TRIBUNNEWS.COM - Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP) Seno Bagaskoro menegaskan bahwa pihaknya tak sendirian dalam mendukung pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung.
Seno menyinggung hasil survei Litbang Kompas, yaitu mayoritas publik atau 77,3 persen responden menyatakan bahwa pilkada langsung atau kepala daerah dipilih oleh rakyat merupakan sistem paling cocok.
"Kami merasa bahwa meskipun nih jalan sunyi yang kami tempuh karena sejauh ini dari partai politik kami memang sendirian, tetapi kami rasa kalau membaca dari hasil bacaan survei Litbang Kompas baru-baru ini kan kita membaca bahwa kami tidak sendirian."
"Justru PDI Perjuangan hari ini sedang menyuarakan aspirasi dari 77,3 persen rakyat yang memilih untuk pilkada sebaiknya dipilih secara langsung," ujar Seno dalam acara Kompas Petang yang tayang di Kompas TV, Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, meskipun sepi dukungan di Senayan, tapi PDIP sedang menyuarakan kehendak mayoritas masyarakat.
Seno juga mengaku menghormati sikap partai politik (parpol) lain yang memunculkan wacana pilkada melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Namun, PDIP berpandangan bahwa asas pemilihan umum (pemilu) ialah Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil atau Luber Jurdil.
"Kami berpandangan bahwa pemilu itu asasnya adalah Luber Jurdil. Sejak dulu sudah kita semua diajarkan seperti itu. Sedangkan Luber Jurdil itu yang pertama itu langsung tuh. Langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil. Jadi yang nomor satu justru langsungnya," ujar Seno.
Ia menyebut, jika ingin pemilu yang tidak mengganggu kedaulatan rakyat, maka sebaiknya melalui pemilu langsung.
Seno pun tak menampik bahwa pemilu langsung masih menghadapi sejumlah persoalan yang perlu dibenahi, seperti politik uang.
"Yang harus kita selesaikan adalah bagaimana penegakan hukumnya bisa dijalankan dengan semaksimal mungkin tanpa pandang bulu. Itu yang benar."
Baca juga: Dukung Pilkada Langsung, PDIP: Pemilu Itu Asasnya Luber Jurdil
"Bagaimana fungsi korektif di partai politik, kaderisasi, rekrutmen itu diperbaiki secara terus-menerus, bukan lantas dengan mengubah sistem pemilunya yang akan mengorbankan hak-hak kedaulatan rakyat," tuturnya.
Hasil Survei Litbang Kompas
Sebelumnya, hasil survei Litbang Kompas menunjukkan bahwa mayoritas responden menghendaki pilkada langsung.
"Suara mayoritas publik yang tetap menghendaki pilkada langsung oleh rakyat terekam dalam jajak pendapat Litbang Kompas, Desember lalu. Sebanyak 77,3 persen publik menyatakan hal itu," bunyi jajak pendapat dilansir dari Kompas.id, Senin (12/1/2026).
Baca tanpa iklan