Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Humor, Batas Kritik, dan Etika dalam Ruang Publik

Dr Pieter C Zulkifli, SH., MH, mengajak publik untuk menimbang ulang makna kebebasan berekspresi dalam negara demokratis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Humor, Batas Kritik, dan Etika dalam Ruang Publik
Instagram/pandji.pragiwaksono/farid_efte
KOMIKA PANDJI PRAGIWAKSONO - Komika Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, 30 Agustus 2025. Pertunjukan yang disiarkan secara digital pada 27 Desember 2025 itu menuai kontroversi dan pelaporan polisi. 

Pieter Zulkifli menegaskan kritik yang cerdas adalah kritik yang fokus pada substansi, bagaimana suatu kebijakan berdampak pada kesejahteraan rakyat, bagaimana suatu tindakan pejabat mengubah arah pembangunan, dan bagaimana etika publik ditegakkan dalam kebijakan negara.

Humor politik yang menjentikkan tawa sekaligus membuka pikiran sangat berharga bagi demokrasi, tetapi humor yang sekadar menusuk figur pribadi tanpa konteks kuat sering kali menimbulkan luka yang tak perlu.

"Sebagai bangsa yang merayakan keberagaman dan dialog, Indonesia membutuhkan ruang publik yang sehat: di mana kritik disampaikan dengan logika dan data, bukan sekadar ejekan yang melewati batas martabat. Dengan begitu, demokrasi bukan hanya 'demokrasi suara', tetapi juga demokrasi yang beretika," tegasnya.

Mens Rea” adalah special stand-up comedy terbaru Pandji Pragiwaksono yang tayang eksklusif di Netflix sejak 27 Desember 2025. 

Baca juga: Pakar Sebut Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dipidana Lewat KUHP yang Baru

Pertunjukan berdurasi 2 jam 24 menit ini penuh satire politik dan sosial pasca Pemilu 2024, memicu kontroversi hingga pelaporan hukum, namun juga menjadi salah satu show paling dibicarakan di Indonesia saat ini.

Tentang Mens Rea

  • Arti Judul: Mens Rea berasal dari istilah hukum Latin yang berarti “niat jahat” atau guilty mind. Pandji menggunakannya sebagai metafora untuk mengkritik niat buruk dalam politik dan pemerintahan.
  • Durasi & Produksi: 2 jam 24 menit, diproduksi oleh Comika.id, tayang di Netflix.
  • Tur Nasional: Digelar di 11 kota sepanjang April–Agustus 2025, dengan puncak pertunjukan di Indonesia Arena, Senayan. 

Kontroversi & Respons Publik

Pelaporan Hukum: Pandji dilaporkan ke polisi oleh beberapa pihak terkait materi yang dianggap menyinggung agama dan ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah.

Respons Tokoh:

  • Mahfud MD menyebut pelaporan janggal dan siap membela Pandji.
  • Habib Rizieq menilai ada bagian yang menista agama, khususnya soal salat.
  • Pandji sendiri: Menanggapi santai, bahkan kini tinggal di New York. 
Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas