Sapa Ribuan Umat Buddha di Jakarta, Yang Mulia Chamgon Kenting Tai Situpa Bawa Pesan Cinta Kasih
Ribuan umat Buddha berkumpul untuk menerima pengajaran langsung dari Guru Vajradhara Yang Mulia Chamgon Kenting Tai Situpa
Penulis:
Ibriza Fasti Ifhami
Editor:
Dodi Esvandi
Ringkasan Berita:
- Guru tertinggi tradisi Karma Kagyu, Yang Mulia Chamgon Kenting Tai Situpa, melakukan kunjungan spiritual di Magelang dan Jakarta untuk memberikan pengajaran Dharma
- Inti pengajaran menekankan pada pentingnya Metta (cinta kasih) dan Karuna (welas asih) agar semua makhluk mencapai kebahagiaan dan terbebas dari penderitaan
- Acara ini dihadiri perwakilan umat dari 26 negara dan dinilai oleh pemerintah sebagai "oase spiritual" yang memperkuat jati diri, kerukunan, dan hubungan persahabatan antar-bangsa
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Suasana khidmat menyelimuti Jakarta International (JI) Expo Kemayoran pada Jumat (16/1/2026).
Ribuan umat Buddha berkumpul untuk menerima pengajaran langsung dari Guru Vajradhara Yang Mulia Chamgon Kenting Tai Situpa, salah satu tokoh spiritual tertinggi dalam tradisi Karma Kagyu.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Dharma Teaching and Empowerment yang berlangsung di dua kota besar Indonesia, yakni Magelang (8-11 Januari) dan Jakarta (16-18 Januari).
Oase Spiritual bagi Umat Lintas Negara
Dari pantauan Tribunnews di JIExpo Kemayoran, Jakarta, antusiasme tinggi dari umat Buddha tampak sejak pagi hari.
Sekitar pukul 09.00 WIB, ratusan umat yang datang dari berbagai daerah hingga mancanegara mulai memadati area acara.
Tercatat, perwakilan umat dari 26 negara, termasuk Singapura dan Belanda, turut hadir demi menyimak pengajaran sang Guru Agung.
Tepat pukul 10.03 WIB, Yang Mulia Chamgon Kenting Tai Situpa tiba di lokasi dengan sambutan hangat dari para bhiksu Sangha dan umat.
Sesi pengajaran pun dimulai pada pukul 10.20 WIB, dihadiri oleh sekitar 1.500 peserta yang menyimak dengan penuh kekhusyukan.
Baca juga: Walubi Jakarta Kenalkan Vegetarian sebagai Makanan Halal ke MUI Jakarta
Esensi Cinta Kasih dan Welas Asih
Ketua Majelis Palpung Indonesia, Prajna Murdaya, menjelaskan bahwa inti dari ajaran yang disampaikan kali ini adalah tentang Metta (cinta kasih) dan Karuna (welas asih).
"Cinta kasih adalah harapan agar semua makhluk hidup berbahagia, sementara welas asih adalah tekad agar mereka bebas dari penderitaan. Inilah kerinduan terdalam setiap makhluk hidup," ujar Prajna dalam sambutannya.
Ia berharap pengajaran ini menjadi bekal spiritual bagi umat untuk mencapai kebahagiaan sejati.
Kehadiran tokoh dunia ini juga mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah.
Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama, Supriyadi, menyebut kunjungan ini sebagai oase spiritual sekaligus bukti eratnya persahabatan antar-bangsa.
Menurut Supriyadi, ajaran mengenai hakikat diri yang disampaikan sangat relevan dengan konteks kebangsaan.
Baca tanpa iklan