DPR Ingatkan Pemerintah Jangan Lengah meski Capaian Energi Baru Terbarukan Indonesia Positif
Legislator Ateng Sutisna mengatakan capaian energi baru terbarukan pada tahun 2025 tidak boleh membuat pemerintah lengah.
Penulis:
Reza Deni
Editor:
Febri Prasetyo
Menurut Ateng, capaian EBT tahun 2025 membuktikan bahwa transisi energi Indonesia bukan hal yang mustahil. Namun, keberhasilan tersebut hanya akan bermakna jika diikuti oleh konsistensi kebijakan lintas sektor.
Di tengah tekanan global terhadap dekarbonisasi dan besarnya peluang investasi hijau, Indonesia dihadapkan pada pilihan strategis: memimpin transisi energi, atau tertinggal karena mempertahankan status quo batubara.
“Momentum capaian EBT ini tidak boleh disia-siakan, terlebih ketika Indonesia ingin memainkan peran penting dalam arsitektur global perubahan iklim dan ekonomi karbon,” ujarnya.
Untuk itu, Ateng menegaskan bahwa jika Indonesia serius mengejar NZE 2050, maka capaian bauran EBT 15,75 persen harus diikuti oleh langkah-langkah konkret, di antaranya adalah mengembalikan komitmen pensiun bertahap PLTU batubara, melakukan reformasi subsidi energi fosil agar mencerminkan biaya riil, memberikan insentif fiskal dan nonfiskal yang agresif bagi EBT, serta menunjukkan keberanian politik untuk keluar dari ketergantungan batubara sebagai penopang semua pertumbuhan ekonomi.
“Tanpa langkah-langkah tersebut, peningkatan EBT berisiko hanya menjadi statistik administratif, bukan transformasi sistem energi yang sesungguhnya,” katanya.
Baca tanpa iklan