Ketua BEM UI dan Keluarganya Diteror Pembunuhan, Ini yang Dilakukan Pihak Kampus
Yatalathof Ma’shum Imawan dan Fathimah Azzahra terpilih pada Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (Pemira) UI
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2026 terpilih, Yatalathof Ma’shum Imawan dan Fathimah Azzahra, diteror pembunuhan
- Ancaman datang lewat pesan WhatsApp, peretasan akun keluarga, hingga paket COD berisi barang intimidatif.
- Pihak kampus UI mengonfirmasi bahwa langkah hukum konkret sebenarnya telah diambil
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Baru saja terpilih, Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) 2026, Yatalathof Ma’shum Imawan dan Fathimah Azzahra, menerima teror pembunuhan dari orang tidak dikenal.
Yatalathof Ma’shum Imawan dan Fathimah Azzahra terpilih pada Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (Pemira) UI rampung digelar pada Selasa 13 Januari 2026 lalu.
Tak cukup sehari, keduanya diteror ancaman pembunuhan dari orang tak dikenal.
Bahkan anggota keluarga Yatalathof Ma’shum Imawan tak luput dari teror.
Teror terhadap Ketua BEM UI
Yatalathof mengungkapkan, pelaku mengirim pesan berisi ancaman pembunuhan sekaligus tuntutan agar dirinya mengundurkan diri dari jabatan Ketua BEM UI 2026.
Tidak hanya itu, pelaku juga berupaya meretas akun WhatsApp miliknya dan beberapa anggota keluarganya.
“Terus kemudian dari kakakku sendiri juga kena (retas), langsung mengirim ke berbagai grup, kurang lebih isinya terkait ancaman dan foto-foto propaganda untuk mundur, ancam pembunuhan,” kata Yatalathof, Minggu (18/1/2026).
Teror terhadap Wakil Ketua BEM UI
Teror yang diterima athimah Azzahra.
Dia dikirimi paket misterius yang tidak pernah dipesan dengan sistem bayar di tempat (cash on delivery/COD).
Paket tersebut berisi berbagai barang bernuansa intimidatif seperti gunting taman, kursi roda, kain kafan, senjata tajam, hingga topeng horor, dengan total nilai tagihan mencapai Rp1,8 juta.
Pelaku juga menyebarkan foto-foto propaganda, ilustrasi horor, serta video ancaman ke berbagai grup WhatsApp, mulai dari grup keluarga, lingkungan RT/RW, hingga rekan kerja orang tua korban.
Video tersebut menampilkan visual ancaman pembunuhan dengan menjadikan foto korban sebagai target.
Apa yang mereka lakukan?
Yatalathof dan Fathimah melaporkan peristiwa tersebut ke Unit Pelaksana Teknis Pengamanan Lingkungan Kampus (UPT PLK) UI.
Pihak kampus pun memberikan pengamanan berupa pengawalan saat aktivitas tertentu serta koordinasi lintas unit, termasuk dengan dekanat dan bidang kemahasiswaan.
“Kalau dari kita tuh sebenarnya justru bingung, ini kenapa. Ini kan jelas merugikan kita,” ujar Fathimah.