Sehari Sebelum OTT, Bupati Pati Sudewo Tangani Banjir, Kini Diperiksa KPK
Sehari sebelum OTT KPK, Bupati Pati Sudewo sibuk tangani banjir. Kini ia diperiksa intensif di Polres Kudus.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Sehari sebelum terjaring OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Pati Sudewo masih sibuk memimpin rapat dan menyalurkan bantuan banjir, kini ia diperiksa intensif di Mapolres Kudus, Jawa Tengah.
Diketahui, KPK melakukan OTT terhadap Bupati Pati Sudewo alias SDW pada Senin (19/1/2026).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan OTT tersebut.
“Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan di Pati adalah saudara SDW,” ujar Budi Prasetyo.
Baca juga: Adu Harta Bupati Pati Sadewo vs Wali Kota Madiun Maidi, Sama-sama Kena OTT KPK, Selisih Rp14,5 M
Aktivitas Satu Hari Sebelum OTT KPK
Sehari sebelum kabar OTT KPK beredar, Bupati Pati Sudewo masih terpantau menjalankan agenda resmi pemerintahan.
Pada Minggu (18/1/2026) pagi, ia memimpin rapat koordinasi internal bersama Forkopimda terkait penanganan bencana banjir di wilayah Pati.
Pukul 09.20, Sudewo menggelar konferensi pers di Pendopo Kabupaten Pati. Ia memaparkan langkah strategis Pemkab dalam menghadapi bencana hidrometeorologi, termasuk banjir dan tanah longsor.
Salah satu kebijakan penting adalah penetapan Status Tanggap Darurat Bencana sejak 10 Januari 2026.
“Penetapan status ini menjadi dasar hukum dan pedoman operasional agar seluruh unsur pemerintah dapat bergerak lebih cepat, taktis, responsif, serta fokus dalam penanganan bencana,” kata Sudewo pada hari Minggu kemarin.
Siang harinya, sekitar pukul 14.00, Sudewo bersama jajaran Pemkab bertolak ke Kecamatan Dukuhseti untuk menyambangi korban banjir dan menyerahkan bantuan.
Ketua PMI Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati yang juga istri Sudewo, turut mendampingi.
Di Balai Desa Ngagel dan Desa Dukuhseti, Sudewo menyerahkan beras, mi instan, telur, dan kebutuhan pokok lain kepada warga terdampak.
Ia menegaskan kesiapan Pemkab menambah bantuan jika logistik menipis.
“Bilamana logistik sudah menipis, kami tambahi lagi,” ujarnya.
Selain bantuan langsung, Sudewo mendorong pembentukan dapur umum di wilayah terdampak banjir.