Profil 2 'Orang Dalam' BI Saingan Keponakan Prabowo, Thomas Djiwandono, Calon Deputi Gubernur BI
Tiga nama diusulkan Prabowo Subianto menjadi calon Gubernur BI, termasuk Wamenkeu, Thomas Djiwandono.
Penulis:
Pravitri Retno Widyastuti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Dicky terakhir kali menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada Maret 2025.
Ia tercatat memiliki kekayaan sebanyak Rp8.745.015.521.
Jumlah tersebut berkurang menjadi Rp8.397.804.023, sebab ia punya utang sebesar Rp347.211.498.
Sumber kekayaan terbesarnya berasal dari aset tiga bidang tanah dan bangunan senilai Rp6.725.000.000, yang tersebar di Tangerang Selatan dan Bandung.
Ia juga tercatat mempuntai dua motor dan dua mobil, yaitu Honda Beat dan Vespa Primavera, serta BMW 320 CKD dan Honda HR-V, senilai Rp686 juta.
Aset lain yang dimiliki Dicky adalah harta bergerak lainnya sebanyak Rp552.500.000, serta kas dan setara kas Rp781.515.521.
2. Solikin M Juhro
Masih dari laman resmi BI, Solikin M Juhro adalah pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, tahun 1967.
Artinya, ia seumuran dengan Dicky Kartikoyono.
Solikin adalah lulusan sarjana di Bidang Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Airlangga (Unair) tahun 1991.
Pada 1998, ia meraih gelar Master of Applied Economics dari University of Michigan.
Tiga tahun setelahnya, Solikin lulus dari Maryland University dan mendapat gelar Master pada Bidang Economics.
Pada 2005, ia lulus program Doktor Bidang Economics Monetary di Universitas Indonesia (UI).
Di BI, Solikin adalah senior Dicky. Ia lebih dulu mengawali kariernya di BI pada 1994.
Dicky diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Institut Bank Indonesia (2017-2022) dan Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (2022-2023).
Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial sejak 2023.
Baca tanpa iklan