Profil 2 'Orang Dalam' BI Saingan Keponakan Prabowo, Thomas Djiwandono, Calon Deputi Gubernur BI
Tiga nama diusulkan Prabowo Subianto menjadi calon Gubernur BI, termasuk Wamenkeu, Thomas Djiwandono.
Penulis:
Pravitri Retno Widyastuti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Dibandingkan Dicky, kekayaan Solikin per Maret 2025 tercatat lebih banyak, yaitu sebesar Rp20.058.775.000.
Namun, jumlah itu berkurang menjadi Rp19.893.168.027 karena Solikin memiliki utang sebanyak Rp165.606.973.
Ia tercatat memiliki tujuh bidang tanah dan bangunan yang berada di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Bogor, dan Tangerang, senilai Rp13.052.575.000.
Solikin juga mempunyai satu motor dan dua mobil, yaitu, motor Honda Vario, serta mobil Toyota Fortuner dan Alphard, senilai Rp651.200.000.
Aset lain yang dimiliki Solikin adalah harta bergerak lainnya sebanyak Rp2.540.000.000, surat berharga Rp1.650.000.000, serta kas dan setara kas Rp2.165.000.000.
Menkeu Purbaya Dukung Thomas
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyambut positif masuknya nama Thomas Djiwandono dalam bursa Deputi Gubernur BI.
Purbaya mengatakan, jika Thomas terpilih menjadi Deputi Gubernur BI, akan menjadikan pengalamannya bertambah.
"Tanggapan saya gimana? Ya bagus lah, biar Pak Thomas punya pengalaman lebih luas lagi."
"Udah di fiskal sekarang, kalau masuk kan ke moneter, kan bagus. Saya mendukung," kata Purbaya di Gedung DPR RI, Senin (19/1/2026).
Meski Purbaya tahu Thomas masuk bursa Deputi Gubernur BI, ia mengaku belum menerima informasi mengenai pengganti keponakan Prabowo Subianto itu.
Namun, Purbaya mengklaim mendengar kabar, pengganti Thomas adalah Juda Agung, Deputi Gubernur BI yang mengundurkan diri.
Ia pun mengatakan akan bertemu Juda dalam waktu dekat.
"Kelihatannya begitu, saya dengar juga begitu Nanti saya mau ketemu dengan Pak Juda, mungkin besok kali. Saya mau lihat niatnya dia apa sih," tegas Purbaya.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Taufik Ismail/Nitis Hawaroh)
Baca tanpa iklan