30 Jam Bersama Jenazah Pesawat ATR, Tim SAR Bertahan di Lereng Longsor
Evakuasi 30 jam di lereng longsor, tim SAR bermalam bersama jenazah pesawat ATR. Keluarga menanti penuh harap dan cemas di RS Bhayangkara.
Penulis:
Gita Irawan
Editor:
Acos Abdul Qodir
“Kami harus bertahan di lereng tebing semalaman sambil menjaga jenazah. Hujan deras, kabut tebal, dan dingin membuat kondisi benar-benar tidak bersahabat,” ungkap Rusmadi.
Estafet Panjang
Senin (19/1), tim pertama menyerahkan jenazah ke tim lanjutan.
Evakuasi dilakukan estafet: tim kedua menuju Lampeso, tim ketiga ke Kampung Baru, lalu ke jalan poros Cenrana sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk identifikasi DVI Polri.
Hingga Selasa (20/1) pukul 18.35 WIB, jenazah korban pertama masih berada di Lampeso.
10 Korban, Diduga Tabrak Gunung
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT mengangkut tujuh kru dan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dari Yogyakarta menuju Makassar. Ketiga pegawai KKP tersebut sedang menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan.
Pesawat hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 WITA saat akan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Dugaan sementara, pesawat menabrak tebing Gunung Bulusaraung sebelum jatuh di lereng curam.
Kru IAT:
- Capt. Andi Dahananto (pilot)
- SIC FO Yudha Mahardika (kopilot)
- S/Capt Sukardi (kopilot cadangan)
- FOO Hariadi (pengawas operasi penerbangan)
- EOB Junadi (teknisi)
- FA Florencia Lolita (pramugari)
- FA Esther Aprilita S (pramugari)
Pegawai KKP:
- Ferry Irawan (Analis Kapal Pengawas)
- Deden Mulyana (Pengelola Barang Milik Negara)
- Yoga Naufal (Operator Foto Udara)
Dua korban kecelakaan pesawat ATR ditemukan pada Minggu dan Senin setelah kejadian.
Korban pertama ditemukan di jurang Bulusaraung pada kedalaman 200 meter, sementara korban kedua ditemukan keesokan harinya di kedalaman sekitar 500 meter dari puncak gunung.
Keluarga Menunggu di RS
Keluarga korban menanti di RS Bhayangkara Makassar, pusat identifikasi ante mortem oleh tim DVI Polri.
Harapan mereka tertuju pada evakuasi panjang dan penuh risiko agar jenazah segera tiba untuk dikenali secara resmi.
Upaya Tim dan Harapan Keluarga
Perjuangan tim SAR di medan ekstrem bukan sekadar teknis evakuasi, melainkan penghormatan terhadap korban.
Operasi ini juga menjadi tanggung jawab negara untuk memberi kepastian bagi keluarga yang menanti.
Baca tanpa iklan