Nilainya Fantastis tapi Wadahnya Miris, Uang Pemerasan Sudewo hanya Dibungkus Kresek dan Karung
KPK perlihatkan wujud asli penyimpanan uang haram yang jadi barang bukti kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pati, Sudewo jauh dari kesan mewah
Penulis:
Ilham Rian Pratama
Editor:
Theresia Felisiani
Ringkasan Berita:
- Pemandangan mencengangkan tersaji dalam gelar barang bukti kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pati, Sudewo.
- KPK memperlihatkan wujud asli penyimpanan uang haram tersebut yang jauh dari kesan mewah.
- Bukannya tersimpan rapi dalam brankas atau koper besi, uang miliaran rupiah hasil pemerasan jabatan perangkat desa tersebut justru ditemukan di dalam karung beras lusuh dan kantong kresek pasar.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemandangan mencengangkan tersaji dalam gelar barang bukti kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pati, Sudewo.
Bukannya tersimpan rapi dalam brankas atau koper besi, uang miliaran rupiah hasil pemerasan jabatan perangkat desa tersebut justru ditemukan teronggok di dalam karung beras lusuh dan kantong kresek pasar.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperlihatkan wujud asli penyimpanan uang haram tersebut yang jauh dari kesan mewah.
Berdasarkan dokumentasi barang bukti yang diamankan penyidik, uang tunai total senilai Rp2,6 miliar itu disembunyikan dalam berbagai wadah sederhana untuk mengelabui pantauan.
Dalam foto-foto barang bukti yang dirilis, terlihat jelas lembaran uang pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 diikat karet gelang dan ditumpuk asal-asalan di dalam karung anyaman plastik yang biasa digunakan untuk pakan ternak atau beras.
Salah satu foto memperlihatkan sebuah karung berwarna hijau yang terisi penuh.
Baca juga: 2 Karangan Bunga untuk Bupati Pati Sudewo: Selamat dan Sukses Wisuda di Gedung Merah Putih
Di atasnya tersemat kertas putih bertuliskan tangan: "Karung Hijau Rp916.400.000".
Hampir satu miliar rupiah tersimpan hanya dalam satu karung tersebut.
Tak hanya itu, ditemukan pula karung berwarna kuning mencolok dengan label "Karung Kuning Rp653.000.000".
Di sudut lain, sebuah karung putih yang di dalamnya terdapat bungkusan kresek hijau mencatat angka "Rp298.600.000".
Pecahan nominal yang lebih kecil disembunyikan dalam kantong-kantong kresek hitam standar.
Sebuah foto menunjukkan kresek hitam lusuh berisi gepokan uang dengan label "Kresek Hitam I Rp147.750.000" dan "Kresek Hitam II Rp100.000.000".
Bahkan ada tas belanja spunbond hitam sederhana berisi uang Rp40 juta.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa cara ini sengaja dilakukan para pengepul, yang merupakan kepala desa anggota tim sukses Sudewo, untuk memudahkan mobilisasi uang setoran tanpa menarik perhatian.
Baca tanpa iklan