Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sentil Body Shaming Politik, Pengamat: Kritik yang Kehilangan Data dan Gagasan

Dr Pieter C Zulkifli, fenomena body shaming politik disebutkan sebagai gejala serius menurunnya etika dan nalar elite.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Sentil Body Shaming Politik, Pengamat: Kritik yang Kehilangan Data dan Gagasan
Istimewa
pengamat hukum dan politik Dr Pieter C Zulkifli, fenomena body shaming politik disebutkan sebagai gejala serius menurunnya etika dan nalar elite. 

"Di sinilah peran negara menjadi krusial dan tak tergantikan," tuturnya.

Di sisi lain, Pieter Zulkifli menegaskan partai politik (parpol) seharusnya menjadi benteng pertama melawan kemerosotan ini.

Sayangnya, kader kerap dibiarkan atau bahkan didorong menjadi pasukan sorak yang lihai mencemooh, tetapi gagap berargumen.

"Padahal partai adalah sekolah politik, bukan pabrik provokator. Tanpa kaderisasi yang menekankan etika debat dan kecakapan berpikir, partai hanya akan memperpanjang polusi verbal di ruang publik," ucapnya.

Pieter Zulkifli kembali mengungkit pernyataan Eleanor Roosevelt yang pernah berkata, 'Great minds discuss ideas; small minds discuss people'. Dia menyebut kutipan ini terasa relevan sekaligus menohok.

"Ketika elite sibuk membahas wajah dan tubuh lawan, sesungguhnya mereka sedang membuka aib sendiri: ketidakmampuan berpikir pada level ide," tuturnya.

"Pada akhirnya, tanggung jawab juga ada di tangan publik. Demokrasi tidak akan naik kelas jika pemilih terus membeli dagangan narasi murahan. Kritiklah kebijakan Jokowi, bedah visi Prabowo, uji kapasitas Gibran tetapi biarkan tubuh mereka tetap menjadi wilayah kemanusiaan, bukan medan tempur politik," tambahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Di akhir pernyataannya, Pieter Zulkifli menyatakan body shaming politik bukan tanda keberanian, melainkan kepanikan.

Dia juga menganggap body shaming bukan kecerdikan, melainkan kemalasan berpikir.

Baca juga: Mahfud MD Sebut Bahan Roasting Pandji yang Singgung Gibran Ngantuk Bukan Pidana

"Dan selama elite terus menjajakan politik kulit, rakyat dituntut lebih cerdas: menolak yang remeh, dan menuntut yang substansial. Demokrasi yang beradab hanya tumbuh di atas intelektualitas, bukan di atas ejekan," katanya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas