Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

BMKG Tegaskan OMC Bukan Pemicu Cuaca Tidak Stabil

BMKG menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan di Indonesia merupakan langkah mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in BMKG Tegaskan OMC Bukan Pemicu Cuaca Tidak Stabil
Dok BPPT
MODIFIKASI CUACA - Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan di Indonesia merupakan langkah mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains 

Ringkasan Berita:
  • BMKG menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) adalah langkah mitigasi berbasis sains untuk mengelola curah hujan, bukan penyebab cuaca tidak stabil. 
  • Teknologi ini bertujuan melindungi masyarakat dari risiko bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah rawan banjir.
  • Narasi di media sosial yang menyebut OMC sebagai “bom waktu” dinilai keliru. BMKG menjelaskan fenomena cold pool adalah proses meteorologi alami yang selalu terjadi saat hujan, baik dengan atau tanpa OMC.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan di Indonesia merupakan langkah mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains, bukan penyebab cuaca menjadi tidak stabil sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.

OMC dijalankan sebagai respons paralel terhadap menurunnya daya dukung lingkungan serta meningkatnya ancaman perubahan iklim yang memicu hujan ekstrem. 

BMKG menekankan bahwa teknologi ini bertujuan melindungi masyarakat dari risiko bencana hidrometeorologi, bukan menciptakan bencana baru.

BMKG menyatakan secara tegas bahwa implementasi OMC dilakukan untuk mengelola curah hujan agar sesuai dengan kemampuan lingkungan saat ini, terutama di wilayah rentan banjir.

Narasi “Bom Waktu” OMC Dinilai Keliru Secara Sains

Rekomendasi Untuk Anda

Belakangan, beredar narasi di media sosial yang menyebut OMC sebagai “bom waktu” karena dinilai berisiko memicu cuaca tidak stabil, membentuk cold pool atau kolam dingin, hingga memindahkan hujan ke wilayah lain dan menyebabkan banjir besar.

BMKG menilai narasi tersebut sebagai kekeliruan pemahaman ilmiah. 

Salah satu isu yang disorot adalah fenomena cold pool yang kerap dikaitkan sebagai dampak negatif OMC.

BMKG menjelaskan bahwa cold pool sepenuhnya merupakan fenomena meteorologi alami yang terbentuk ketika air hujan menguap di bawah awan badai, mendinginkan udara, lalu menciptakan massa udara dingin yang jatuh ke permukaan.

“Setiap kali terjadi hujan secara alami, tanpa campur tangan manusia, cold pool pasti terbentuk secara alami,” tulis BMKG pada siaran pers yang diterima, Rabu (28/1/2026). 

Karena itu, mengaitkan fenomena ini sebagai efek samping berbahaya dari OMC dinilai tidak tepat secara sains.

OMC Tidak Menumbuhkan Awan Baru

BMKG menekankan bahwa OMC dengan teknik penyemaian awan tidak menumbuhkan awan baru, melainkan hanya bekerja pada awan yang sudah terbentuk secara alami dan telah jenuh.

Jika OMC berhasil mempercepat turunnya hujan, maka secara logis akan terbentuk cold pool yang identik, baik secara fisik maupun kimiawi, dengan cold pool dari hujan alami.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas