Pendidikan Tak Hanya di Ruang Kelas, Misi Mendekatkan Pemuda dengan Pusat Diplomasi Dunia
Program ini memungkinkan peserta terlibat dalam simulasi diplomasi, membahas isu-isu regional maupun global yang relevan
Penulis:
Willem Jonata
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Konferensi internasional Asia World Model United Nations, para pemuda terlibat dalam simulasi diplomasi, membahas isu-isu regional maupun global yang relevan
- Melalui pengalaman ini, generasi muda akan berlatih mengambil peran dalam ruang yang selama ini menjadi tempat lahirnya keputusan-keputusan global
- Konferensi ini diharapkan menjadi pengalaman diplomasi yang tidak hanya simbolis, tetapi juga bersejarah, dengan latar alam yang menghadirkan perspektif baru dalam diskusi isu global
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pendidikan tidak hanya di ruang kelas dan kepemimpinan tidak lahir dari teori semata. Dengan bimbingan yang tepat, generasi muda mampu membawa perubahan nyata bagi dunia yang lebih baik.
Dengan dasar itulah International Global Network (IGN) mengumumkan penyelenggaraan konferensi internasional Asia World Model United Nations (AWMUN), di dua lokasi strategis dunia, Maldives dan Geneva, Swiss.
Dengan dukungan Pemerintah Maldives, ajang tersebut akan dihadiri oleh His Excellency Mohamed Muizzu, President of the Maldives.
Konferensi ini diharapkan menjadi pengalaman diplomasi yang tidak hanya simbolis, tetapi juga bersejarah, dengan latar alam yang menghadirkan perspektif baru dalam diskusi isu-isu global.
Sementara itu, AYIMUN Geneva akan diselenggarakan di Palais des Nations, pusat diplomasi dunia dan tempat berlangsungnya berbagai pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
AYIMUN Chapter menghadirkan lingkungan pembelajaran yang lebih intim, berkelanjutan, dan berbasis mentorship.
Baca juga: Prabowo Kembali Kumpulkan Menteri di Hambalang, Bahas Kerja Sama Pendidikan Indonesia–Inggris
Program ini memungkinkan peserta terlibat dalam simulasi diplomasi, membahas isu-isu regional maupun global yang relevan, sekaligus mempersiapkan mereka untuk melangkah lebih percaya diri ke panggung nasional dan internasional.
Melalui pengalaman ini, generasi muda akan berlatih mengambil peran dalam ruang yang selama ini menjadi tempat lahirnya keputusan-keputusan global.
Dua lokasi dengan karakter berbeda, namun satu visi yang sama, yakni menghadirkan pendidikan diplomasi yang lebih dekat, nyata, dan bermakna bagi generasi pemimpin masa depan.
“Dekade berikutnya adalah tentang memperluas dampak, bukan hanya mencetak delegasi yang siap berbicara, tetapi melahirkan pemimpin yang siap berkontribusi, mulai dari daerahnya, untuk dunia,” kata Muhammad Fahrizal. President of International Global Network, dalam keterangannya.
Sebelumnya, International Global Network (IGN) merayakan satu dekade perjalanan mereka sebagai organisasi pendidikan internasional yang berkomitmen mengembangkan generasi muda menjadi pemimpin global yang berkarakter, berwawasan, dan berempati.
IGN didirikan 10 tahun silam berangkat dari satu keyakinan sederhana namun kuat: bahwa mimpi generasi muda tidak boleh dibatasi oleh geografi, latar belakang, maupun akses.
Para pendiri meyakini bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di ruang kelas dan kepemimpinan tidak lahir dari teori semata. Jika anak muda dibimbing dengan tepat, mereka mampu membawa perubahan nyata bagi dunia.
“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami dapat merayakan satu dekade perjalanan International Global Network bersama rekan-rekan media, orang tua, pendidik, alumni, serta mitra sekolah. Sepuluh tahun ini bukan hanya tentang apa yang telah kami capai, tetapi tentang jutaan mimpi anak muda yang tumbuh bersama kami, “ ujar Muhammad Fahrizal.
Selama sepuluh tahun terakhir, organisasi tersebut berkembang bukan sebagai sebuah kegiatan, melainkan sebagai organisasi pendidikan internasional.
Baca tanpa iklan