Pernyataan Keras Prabowo di Rakornas: Peringatan ke 'Perusuh' hingga Ultimatum Eks Pejabat BUMN
Prabowo Subianto juga menyatakan bahwa pimpinan-pimpinan BUMN terdahulu harus siap dipanggil Kejagung jika terindikasi melakukan korupsi
Editor:
Muhammad Zulfikar
Menurut Prabowo, aksi-aksi yang berujung kerusuhan tidak akan menciptakan lapangan kerja maupun membuka investasi baru.
Ia menilai stabilitas menjadi prasyarat utama pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
"Kalau 5.000 kali demo tidak akan satu pabrik dibuka. Jadi kelompok-kelompok ini saya imbau, warga negara Indonesia, apa kau tidak kasihan sama rakyatmu?" ujarnya.
Presiden menegaskan pemerintah tetap membuka ruang kritik, tetapi akan bertindak tegas terhadap tindakan yang melanggar hukum.
"Karena kita tidak mau perang, kita harus siap untuk perang. Kita tidak niat mengancam siapa pun, tapi kita harus menjaga bangsa ini," tandasnya.
Baca juga: Prabowo Soroti Rumah Beratap Seng: Panas, Berkarat, dan Kurang Indah hingga Canangkan Gentengisasi
'Kalau Kader Gerindra Brengsek, Saya Tangkap'
Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan pandang bulu dalam menindak pelanggaran hukum, termasuk jika hal tersebut dilakukan oleh kader partainya sendiri, Partai Gerindra.
Mulanya, Prabowo menyatakan komitmennya untuk mendukung seluruh kepala daerah dalam pembangunan nasional tanpa melihat latar belakang partai politiknya.
Ia lantas berseloroh dengan Bupati Lahat, Sumatera Selatan, Bursah Zarnubi.
Prabowo menyinggung istri Bursah, Sri Meliyana, yang diketahui merupakan kader Partai Gerindra.
"Saya enggak tanya, Pak Bursah kau partai mana? Kan enggak saya tanya, enggak saya tanya kan. Tetap saya dukung beliau. Karena istrimu kan Gerindra ya, hahaha," kata Prabowo, sontak membuat seluruh peserta Rakornas tertawa.
Namun, Prabowo menegaskan bahwa meskipun kader Gerindra, dirinya tak ragu untuk menindak tegas siapa pun yang melakukan pelanggaran.
"Tapi saya enggak tanya dia, saya enggak tanya dia, kebetulan istrinya Gerindra. Enggak ada urusan saya. Eh kalau Gerindra brengsek, Gerindra pun saya tangkap, saudara-saudara. Jangan macam-macam, enggak ada itu. Kita semua bergerak," ujarnya.
Ia menegaskan, persaingan politik dalam pemilihan umum (pemilu) atau pemilihan kepala daerah (pilkada) adalah hal yang wajar.
Namun, Prabowo mengingatkan agar setelah kontestasi selesai, semua pihak harus kembali bekerja untuk rakyat.
"Jadi persaingan, pertandingan ya pertandingan. Kalau ada pemilihan, harus ada pemilihan. Dua calon tiga calon lima calon enggak apa-apa bagus. Tapi begitu selesai udahlah kerja. Nah ini yang saya tawarkan, ayo bekerja untuk rakyat," ungkapnya.
Baca juga: Prabowo Sindir Pihak yang Nyinyir soal Kelapa Sawit: It is a Miracle Crop
Baca tanpa iklan