Strategi Pengembangan SDM Berbasis Talenta Perkuat Pelayanan Publik Jawa Timur
Provinsi Jawa Timur mencatatkan kinerja pelayanan publik terbaik nasional tahun 2025 dengan skor 4,75 dari skala 5.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- Jawa Timur meraih predikat pelayanan publik terbaik nasional 2025 dengan skor 4,75 dari skala 5 berdasarkan penilaian enam aspek layanan Kementerian PANRB.
- Penguatan SDM melalui program Jatim Cerdas dan pendekatan Talent DNA ESQ menjadi faktor kunci.
- Pemprov Jawa Timur juga mendorong pengembangan talenta digital, termasuk pelatihan AI bagi 2.600 tenaga pendidik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Provinsi Jawa Timur mencatatkan kinerja pelayanan publik terbaik nasional tahun 2025 dengan skor 4,75 dari skala 5.
Penilaian yang dilakukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mencakup enam aspek pelayanan, sehingga capaian tersebut mencerminkan kerja kolektif lintas sektor, mulai dari perencanaan kebijakan hingga layanan langsung kepada masyarakat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul melalui program Jatim Cerdas, termasuk penguatan pendekatan Talent DNA ESQ.
Menurut Khofifah, kualitas pelayanan publik sangat ditentukan oleh ketepatan penempatan SDM sesuai potensi dan kompetensinya.
Oleh karena itu, program Jatim Cerdas diarahkan untuk memastikan setiap individu berkembang optimal berdasarkan talenta yang dimiliki.
“Pelayanan publik yang berkualitas lahir dari SDM yang tepat pada posisi yang tepat. Melalui Jatim Cerdas, kami memastikan setiap talenta tumbuh dan berkontribusi sesuai potensi terbaiknya,” ujar Khofifah saat pelantikan pengurus DPD Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) kabupaten/kota se-Jawa Timur masa bakti 2025–2030 di Dinas Pendidikan Jawa Timur, Sabtu (24/1/2026).
Dalam pengembangan SDM tersebut, Pemprov Jawa Timur menggandeng ESQ Corp melalui penerapan metode Talent DNA ESQ yang dipandu oleh Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian.
Metode ini digunakan untuk memetakan bakat peserta didik secara dini, terukur, dan presisi, sehingga potensi unggul dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Khofifah menilai pendekatan Talent DNA ESQ mampu mengidentifikasi potensi anak di berbagai sektor strategis, mulai dari pertanian, kehutanan, peternakan, teknologi, desain, sosial, budaya, hingga sektor-sektor masa depan yang berperan sebagai penopang pelayanan publik dan pembangunan daerah.
“Kami tidak ingin ada satu pun anak kehilangan potensi efektifnya. Dengan pemetaan Talent DNA, setiap anak memiliki arah yang jelas serta peluang untuk menguasai masa depannya,” tegasnya.
Ia optimistis penguatan Talent DNA ESQ akan menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan kualitas pelayanan publik di Jawa Timur.
Dengan jumlah penduduk yang besar, keragaman satuan pendidikan, serta ekosistem industri dan ekonomi kreatif yang terus berkembang, Jawa Timur dinilai memiliki kesiapan menjadi pusat pengembangan Talent DNA nasional.
Selain itu, Pemprov Jawa Timur juga memperkuat pengembangan talenta digital melalui kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Hingga saat ini, sebanyak 2.600 tenaga pendidik di Jawa Timur telah mengikuti pelatihan pengembangan talenta digital, khususnya di bidang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Baca juga: Peresmian Halal Centre ESQ Corp, Ary Ginanjar: Mari Maksimalkan Peluang Demi Indonesia Emas
“Jawa Timur siap menjadi lumbung talenta digital nasional. Kami menjadi provinsi pertama yang bermitra dengan Komdigi dalam pengembangan talenta digital,” kata Khofifah.
Baca tanpa iklan