Kepala Bakom Pemerintah: Prabowo Minta Aparatur Negara Mengabdi untuk Rakyat
Prabowo tegaskan persatuan pemimpin hapus kemiskinan, dorong swasembada pangan-energi dan program makan bergizi gratis.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto menyerukan persatuan seluruh pemimpin pusat dan daerah untuk menghapus kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
- Dalam Rakornas 2026 di Bogor, ia menekankan kepemimpinan bersumber dari mandat rakyat, mendukung penuh kinerja daerah, serta memaparkan Strategi Transformasi Bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
TRIBUNNEWS.COM - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Angga Raka Prabowo, menegaskan bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyerukan pentingnya persatuan dan pengabdian total seluruh jajaran pemerintah pusat maupun daerah dalam upaya menghapus kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Pesan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor pada Senin (2/2/2026).
Acara dihadiri lebih dari 4.400 peserta, termasuk pimpinan kementerian, gubernur, bupati, wali kota, DPRD, dan unsur Forkopimda.
“Presiden Prabowo mengajak seluruh pemimpin untuk berjuang bersama, bersatu padu, dan bekerja tanpa lelah demi menghapus kemiskinan. Tidak boleh ada sekat, tidak boleh ada ego sektoral, karena yang kita layani adalah rakyat Indonesia,” ujar Angga Raka Prabowo.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kepemimpinan bersumber dari mandat rakyat.
Karena itu, tanggung jawab utama pemerintah adalah memastikan rakyat hidup sejahtera, adil, dan harmonis. Ia juga menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap seluruh daerah, tanpa memandang perbedaan politik.
Selain itu, Presiden memaparkan Strategi Transformasi Bangsa menuju Indonesia Emas 2045, yang mencakup program Asta Cita, 17 Program Prioritas, dan Program Hasil Terbaik Cepat. Fokus utama strategi ini adalah swasembada pangan dan energi.
“Swasembada pangan adalah pilar utama. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus swasembada pangan. Tidak ada alternatif kalau kita mau merdeka dan sejahtera,” tegas Presiden.
Di sektor energi, Prabowo menyoroti potensi kelapa sawit sebagai komoditas strategis yang dapat diolah menjadi biodiesel, biosolar, hingga bio-avtur. Ia bahkan menyebut sawit sebagai miracle crop yang mampu mengurangi ketergantungan pada impor energi.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi sorotan. Dalam kurun 1 tahun 4 bulan, program ini telah menjangkau 60 juta penerima manfaat dan menciptakan sekitar 1 juta lapangan kerja melalui 22.270 dapur operasional.
Pemerintah menargetkan 82 juta penerima manfaat pada akhir 2026, dengan potensi membuka hingga 5 juta lapangan kerja baru.
Angga Raka Prabowo menegaskan bahwa arahan Presiden akan menjadi kompas moral dan arah kerja seluruh aparatur negara.
“Pemerintah harus hadir dengan kerja nyata, kebijakan yang berpihak, serta komunikasi yang jujur dan transparan kepada rakyat,” ujarnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Sebut Sawit Miracle Crop, POPSI Minta Perlindungan Adil bagi Petani
Baca juga: Prabowo Tegaskan Sekolah Rakyat Program Prioritas di Rakornas Pusat–Daerah 2026
(Wartakota/Tribunnews)