Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ada Orang Indonesia Lamar Kerja ke Jeffrey Epstein, Intens Komunikasi Lewat Email Tahun 2013-2017

Ada seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial KY berkomunikasi dengan Epstein via email dari tahun 2013-2017. Dia meminta pekerjaan ke Epstein.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ada Orang Indonesia Lamar Kerja ke Jeffrey Epstein, Intens Komunikasi Lewat Email Tahun 2013-2017
tangkap layar Metro.uk
WNI CARI LOKER - Miliarder sekaligus penjahat seksual AS Jeffrey Epstein. Ada seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial KY berkomunikasi dengan Epstein via email dari tahun 2013-2017. Dia meminta pekerjaan ke Epstein. 

Jika merujuk dari pernyataan KY, maka dirinya diperkirakan melakukan wawancara pada Oktober 2002 atau Oktober 2005.

Pasalnya tragedi Bom Bali terjadi sebanyak dua kali yakni pada 12 Oktober 2002 dan 1 Oktober 2005.

"Kami datang untuk wawancara sebagai Residence Butler di Florida dan New York pada waktu itu. Hal itu telah diatur bersama Nicholas Simmonds dan Edwina saat itu."

"Namun, karena terjadi ledakan bom di Bali, semuanya dibatalkan," tulis KY dalam email tertanggal 4 April 2013.

KY tercatat begitu sering mengirim email ke Epstein terkait perkembangan lamaran kerjanya.

Dia tercatat terus meminta update tersebut hingga tahun 2015 dengan mengirimkan pesan email ke Epstein.

Berdasarkan catatan dokumen DOJ tersebut, KY terakhir kali tercatat mengirim email ke ke Epstein pada tahun 2017.

Baca juga: Daftar Elit Global yang Terseret di Epstein Files: Trump hingga Pengusaha Indonesia

Rekomendasi Untuk Anda

Adapun isi dari pesan tersebut yaitu tautan terkait akun LinkedIn dari KY.

Menurut penelusuran Tribunnews.com dari komunikasi via email, KY tidak ada kaitannya dengan kejahatan seksual yang dilakukan Epstein.

Nama Hary Tanoe dan Pendiri Sinar Mas juga Masuk Epstein Files

Selain KY, ada dua tokoh nasional yang turut masuk dalam dokumen milik Epstein tersebut.

Mereka adalah konglomerat Hary Tanoesoedibjo dan pendiri Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja.

Namun, dalam keterangan yang tertulis dalam laporan tersebut, Harry dan Eka tidak terkait langsung dengan Epstein.

Hary hanya disebut terlibat dalam pengembangan hotel-hotel milik Presiden AS Donald Trump di Indonesia.

Diketahui Hary dan Trump memang bekerjasama dalam proyek bernama Trump Residences Indonesia yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat dan Bali.

Kerjasama tersebut sudah terjalin sejak tahun 2015 lalu.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas