Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ada Orang Indonesia Lamar Kerja ke Jeffrey Epstein, Intens Komunikasi Lewat Email Tahun 2013-2017

Ada seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial KY berkomunikasi dengan Epstein via email dari tahun 2013-2017. Dia meminta pekerjaan ke Epstein.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ada Orang Indonesia Lamar Kerja ke Jeffrey Epstein, Intens Komunikasi Lewat Email Tahun 2013-2017
tangkap layar Metro.uk
WNI CARI LOKER - Miliarder sekaligus penjahat seksual AS Jeffrey Epstein. Ada seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial KY berkomunikasi dengan Epstein via email dari tahun 2013-2017. Dia meminta pekerjaan ke Epstein. 

Lalu, Hary juga disebut memperkenalkan Trump kepada 'orang CIA Indonesia' yang diduga adalah anggota Badan Intelijen Negara (BIN). Namun tidak disebutkan nama dari orang tersebut.

"Hary Tanoesodibjo telah terlibat dalam pengembangan hotel-hotel Trump dan (Hary) merupakan seorang miliarder. Hary memperkenalkannya kepada orang CIA Indonesia," demikian tertulis dalam laporan tersebut.

Baca juga: Skandal Ganda Kerajaan Norwegia: Putri Mahkota Terseret Epstein Files, Putranya Terlibat Rudapaksa

Selain itu, Hary juga disebutkan membeli kediaman Trump di kawasan Beverly Hills, California, AS dengan 'harga yang dibesar-besarkan'.

Mantan Ketua Umum Partai Perindo itu juga mengatakan kepada Trump akan 'menghancurkan Amazon' terkait kontrak militer mereka.

Tidak ada penjelasan lebih lanjut maksud dari pernyataan Hary kepada Trump tersebut.

Sementara, nama pendiri Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja tercantum dalam file Eipstein tersebut terkait penjualan mansion milik Trump di Beverly Hills pada tahun 2009 lalu.

Adapun properti Trump itu dibeli seharga 9,5 juta dolar AS. Sementara Eka disebut berkaitan dengan entitas dari Swiss di mana sebagai pembeli dari kediaman Trump tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Ada dugaan entitas yang dimaksud merupakan perusahaan cangkang milik Eka Widjaja.

"Pada musim panas 2009, dia (Trump) menjual rumah tersebut seharga 9,5 juta dolar AS - 800.000 dolar AS lebih rendah dari harga tahun sebelumnya - kepada entitas Swiss yang terkait dengan keluarga Eka Widjaja, seorang miliarder pengusaha keuangan Indonesia."

"Penjualan dilakukan secara tunai. Mantan pengacara Trump, Michael Cohen, mengajukan dokumen hukum untuk perusahaan cangkang yang terlibat dalam pembelian mansion tersebut dan ia menandatangani akta jual beli saat Trump menjual properti tersebut," demikian isi dari file tersebut.

Baca juga: Namanya Dicatut di Epstein Files, PM Malaysia Anwar Ibrahim Buka Suara

Di sisi lain, nama-nama tokoh Tanah Air seperti Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan eks Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani turut tertulis dalam file milik Eipstein.

Namun, hanya berkaitan dengan pemberitaan mereka di Indonesia alih-alih memiliki hubungan dengan Epstein.

Lalu, ada pula nama Presiden kedua RI Soeharto yang tercantum dalam file tersebut.

Senada, sosok Soeharto tidak berkaitan langsung dengan Epstein. 

Namanya tercantum karena ada usulan buku terkait Soeharto dari seseorang bernama Gregory Brown kepada Epstein.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poewoto)

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas