Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Alasan di Balik Pertemuan Prabowo dengan Abraham Samad-Susno Duadji, Mensesneg: Terima Masukan

Mensesneg Prasetyo Hadi membeberkan alasan dibalik pertemuan Prabowo dengan tokoh nasional seperti, Abraham Samad, Susno Duadji, dan Prof Siti Zuhro.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Nuryanti

"Ada beberapa yang nanti juga akan terus apa namanya kita lanjutkan dengan tokoh-tokoh yang lain dan kita semua harus harus duduk duduk bersama gitu," pungkasnya.

Baca juga: Eks Penyidik KPK Respons Permintaan Abraham Samad ke Presiden Prabowo: Bentuk Konsistensi Perjuangan

Abraham Samad Bertemu Prabowo, Bahas TWK Eks Pegawai KPK

MANTAN KETUA KPK - Foto Dr. Abraham Samad, S.H., M.H. diambil saat masih menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi pada 21 Oktober 2014. Berikut profil dari pendiri LSM Anti Coruption Committee (ACC) itu.
MANTAN KETUA KPK - Foto Dr. Abraham Samad, S.H., M.H. diambil saat masih menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi pada 21 Oktober 2014. Berikut profil dari pendiri LSM Anti Coruption Committee (ACC) itu. (Tribunnews.com/Dany Permana)

Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026), Abraham Samad secara tegas meminta agar 57 orang yang dikeluarkan oleh Firli Bahuri dikembalikan ke KPK.

Abraham menceritakan respons Prabowo yang sempat bertanya mengapa ia menggunakan istilah "abal-abal" untuk Teks Wawasan Kebangsaan (TWK) tersebut.

"Saya bilang Tes Wawasan Kebangsaan itu bukan bertujuan untuk menguji seseorang tingkat wawasan kebangsaannya. Tapi, hanya bertujuan menyingkirkan 57 orang pegawai KPK yang integritasnya kuat yang selama ini melawan Firli," ungkap Abraham kepada wartawan, Senin (2/2/2026).

Diketahui, sebanyak 57 pegawai KPK resmi diberhentikan dengan hormat pada 30 September 2021 karena dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dalam asesmen TWK. 

Momentum pemberhentian yang bertepatan dengan tanggal 30 September tersebut sempat diistilahkan oleh mantan Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Giri Suprapdiono, sebagai "G30S/TWK".

Sebagian besar dari mantan pegawai tersebut, yakni 44 orang, kemudian menerima tawaran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polri pada akhir 2021. 

Rekomendasi Untuk Anda

Kini, dorongan agar mereka kembali memperkuat KPK kembali mencuat seiring dengan upaya pemerintahan baru dalam memulihkan marwah pemberantasan korupsi.

Baca juga: Dialog dengan Presiden Prabowo, MUI Ingin Tahu Alasan Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Gaza

Susno Duadji Ungkap Prabowo Punya Data Intelijen Lengkap

Mantan Kepala Badan Reserse & Kriminal (Bareskrim) Polri, Komjen. Pol. (Purn.) Susno Duadji melakukan wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra di Studio Tribun Network, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2024). Dalam wawancara tersebut, Susno Duadji banyak membahas mengenai vonis bebas Praperadilan Pegi Setiawan. TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
Mantan Kepala Badan Reserse & Kriminal (Bareskrim) Polri, Komjen. Pol. (Purn.) Susno Duadji melakukan wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra di Studio Tribun Network, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2024). Dalam wawancara tersebut, Susno Duadji banyak membahas mengenai vonis bebas Praperadilan Pegi Setiawan. TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN (TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN)

Presiden Prabowo Subianto disebut memiliki data intelijen lengkap dan akurat mengenai kebocoran kekayaan serta anggaran negara.

Bahkan, data tersebut bersumber dari jaringan internasional yang tidak dimiliki publik.

Hal ini diungkapkan oleh Komjen Pol (Purn) Susno Duadji usai bertemu Presiden Prabowo di Kertanegara, pada Jumat (30/1/2026).

Dalam pertemuan itu, Prabowo membuat para tokoh kritis terperangah dengan keterbukaan informasinya. 

"Beliau sebut Sembilan Naga! Kita senang gitu. Saya tahu Sembilan Naga itu yang menguasai ini-ini, yang diisukan masyarakat itu," ujar Susno saat wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, Senin (3/2/2026).

Susno menyebut Prabowo tidak hanya tahu soal isu oligarki atau ‘Sembilan Naga’, tetapi juga memiliki keberanian untuk memangkas dominasi ekonomi segelintir orang tersebut demi rakyat, meskipun risikonya sangat berat. 

Baca juga: Prabowo Temui 64 Tokoh Islam, MUI Harap Komunikasi Soal Board of Peace Terbuka

Yang mengejutkan, kata Susno, Prabowo membeberkan data kebocoran negara yang angkanya menakjubkan. Kebocoran APBN disebut mencapai lebih dari 30 persen.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas