Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Alasan di Balik Pertemuan Prabowo dengan Abraham Samad-Susno Duadji, Mensesneg: Terima Masukan

Mensesneg Prasetyo Hadi membeberkan alasan dibalik pertemuan Prabowo dengan tokoh nasional seperti, Abraham Samad, Susno Duadji, dan Prof Siti Zuhro.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Nuryanti

"Beliau punya data yang lengkap. Bahkan data beliau itu berdasarkan perhitungan dari luar negeri. Kebocoran APBN kita itu 30 persen lebih. Kalau APBN 3.000 triliun, berarti 1.000 triliun dikorup," ujar Susno menirukan perkataan Prabowo.

Data tersebut mencakup kebocoran ekspor batu bara dan sawit yang nilainya ribuan triliun. Prabowo mengaku tahu persis siapa saja pemain di balik ekspor liar tersebut.

Sebagai bukti nyata, Susno mencontohkan keberanian Prabowo menyetop tambang timah liar di Bangka Belitung.

"Siapa yang berani nyetop tambang timah di Bangka? Ada ribuan timah liar, jutaan ton diekspor liar. Dia (Prabowo) yang berani! Walaupun backing-nya orang gede semua," tegas Susno.

Pertemuan ini seolah membungkam isu bahwa Prabowo disetir oleh pihak lain. Menurut Susno, Prabowo menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang memegang kendali penuh dan tidak bisa didikte oleh siapapun, termasuk kekuatan oligarki.

Baca juga: Momen Dramatis Dering Telepon di Kertanegara, Susno Duadji: Prabowo Tahu Dalang Pasar Modal Anjlok

Siti Zuhro Beri Masukan soal Sistem Pilkada

Peneliti Utama Politik BRIN Prof Dr R Siti Zuhro usai Diskusi Publik bertajuk Menjaga Api Demokrasi Tetap Menyala di Jakarta pada Kamis (8/2/2024).
Peneliti Utama Politik BRIN Prof Dr R Siti Zuhro usai Diskusi Publik bertajuk Menjaga Api Demokrasi Tetap Menyala di Jakarta pada Kamis (8/2/2024). (Gita Irawan)

Peneliti BRIN Prof Siti Zuhro juga ikut dalam pertemuan Prabowo bersama tokoh-tokoh nasional di Kertanegara, Jumat kemarin.

Menurut Susno Duadji, dalam pertemuan itu, Siti sempat memberikan masukan mengenai sistem Pilkada langsung dan Pilkada tidak langsung kepada Prabowo.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagaimana diketahui, saat ini wacana Pilkada melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tengah ramai diperbincangkan publik.

Sejumlah partai politik (parpol) pun telah menyatakan dukungannya jika kepala daerah dipilih lewat DPRD.

"Bu Siti Zuhro memberikan masukan secara ilmiah dan hasil penelitian ya, baik untuk pilgub, bupati, wali kota, dan wakilnya dengan berbagai pertimbangan, beliau terima gitu masukannya. Bu Siti Zuhro kan seorang ilmuwan, pilkada langsung dampaknya begini, kalau tidak langsung begini." 

"Kemudian termasuk juga Bu Siti Zuhro dan Pak Presiden juga sangat paham tentang sentralisasi dan desentralisasi," ucap Susno dalam program On Focus yang tayang di YouTube Tribunnews, Senin (2/2/2026).

Baca juga: Bahas Board of Peace, Prabowo akan Bertemu Tokoh-tokoh Islam: Ada NU, Muhammadiyah, hingga Pesantren

Meski begitu, Prabowo selaku Presiden RI dan Ketua Umum Partai Gerindra, sambungnya, tidak langsung menyetujui sistem mana yang cocok untuk Pilkada mendatang.

"Kalau dia katakan setuju yang ini (Pilkada langsung atau tidak langsung), nanti mempengaruhi cara berpikir masyarakat." 

"Beliau biarkan isu itu bergulir, nanti kan dengan berbagai perdebatan, dengan berbagai usul gitu. Tidak di forum itu untuk mengambil keputusan bahwa saya setuju yang ini," terangnya.

Menurutnya, Kepala Negara memantau perdebatan mengenai sistem Pilkada yang berkembang di masyarakat.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas