8 Sikap Pandji Pragiwaksono soal Mens Rea: Respons Raffi-Gibran, Polemik Publik, Proses Hukum
Pandji Pragiwaksono merespons polemik materi Mens Rea, ia menegaskan kebebasan berekspresi, menyikapi laporan warga, menilai respons Gibran
Penulis:
Galuh Widya Wardani
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Aliansi Pemuda Toraja melaporkan Pandji terkait dugaan penghinaan adat dan SARA.
Laporan lain juga datang dari elemen muda NU dan Muhammadiyah terkait materi "Mens Rea".
Terkait hal itu, Pandji merasa perlu adanya dialog atau klarifikasi, bukan sekadar permintaan maaf terbuka.
"Saya juga kurang paham tentang diminta minta maaf atas kesalahan. Wajarnya terjadi dialog dulu, mungkin ada ngobrol, mungkin ada penjelasan, ketemu dulu, ada klarifikasi."
"Ini kan proses-proses ini kan belum jalan, kalau misalkan berjalan mungkin saya bisa jelaskan sehingga duduk perkaranya lebih jelas gitu," kata Pandji.
8. Tak Ada Intimidasi dalam Proses Hukum
Pandji memastikan dirinya tidak mengalami intimidasi atau tekanan selama menjalani proses hukum.
"Enggak ada intimidasi, enggak ada tekanan," katanya.
Ia pun berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya dalam berkarya.
"Senang tentunya, karena dengan semua ini salah satu yang saya rasakan adalah betapa hangatnya respons dari teman, dari sahabat, dari kawan yang memberi dukungan, baik yang saya kenal ataupun yang saya tidak kenal gitu."
"Jadi senang saja melihat sambutan yang sangat-sangat positif gitu. Berkah sekali melihat respons positif yang muncul dari masyarakat," ujar Pandji.
(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani)
Baca tanpa iklan