Kemendikdasmen Ungkap Siswa SD yang Akhiri Hidup di NTT Penerima Program Indonesia Pintar
Kemendikdasmen menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Adi Suhendi
Dirinya juga mengimbau seluruh pihak, termasuk media dan masyarakat, untuk menyikapi informasi secara bijak.
Selain itu, dirinya meminta masyarakat menghindari spekulasi yang dapat memperberat beban psikologis keluarga korban.
"Kami mengajak semua pihak untuk tidak menyebarkan spekulasi. Dukungan bersama dari sekolah, keluarga, masyarakat, media, serta pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan suportif, sekaligus mencegah peristiwa serupa di masa mendatang," pungkas Atip.
Seorang Siswa Diduga Akhiri Hidup
Seorang anak berinisial YBR (10) ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung di pohon Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT pada Kamis (29/1/2026).
Polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan saat mengevakuasi jasad siswa kelas IV SD itu.
Surat berbahasa daerah Bajawa itu ditulis oleh YBR dan ditujukan kepada ibunya.
Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki latar belakang peristiwa itu, termasuk dugaan kekecewaan korban yang tidak dibelikan peralatan tulis oleh ibunya karena terkendala ekonomi keluarga.