Ada Pertemuan dengan Tokoh Kritis dan Ormas, Pengamat: Prabowo Tak Lagi Tinggal di Menara Gading
Pertemuan dengan tokoh kritis dan ormas Islam menjadi penanda bahwa Prabowo kini mulai terbuka dalam komunikasi politiknya.
Penulis:
Rizkianingtyas Tiarasari
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
"Kita tahu komunikasi politik Pak Prabowo selama ini terkesan tertutup, tetapi belakangan ini mulai terbuka."
"Kemudian mengundang tokoh-tokoh yang dianggap memiliki gagasan gagasan terkait kebangsaan termasuk tokoh-tokoh yang selama ini kritis terhadap pemerintah Prabowo."
"Kita tahu kemarin ada Bang Said Didu yang selama ini kritis pada pemerintah, terus Abraham Samad dan lainnya."
"Tentu ini menjadi kabar baik bahwa pemerintah Prabowo-Gibran mulai sadar bahwa menjalin komunikasi dengan berbagai stakeholder merupakan penting untuk dilakukan."
Arif juga menilai, ungkapan Prabowo seolah 'tinggal di menara gading' kini tak lagi berlaku.
Adapun ungkapan 'tinggal di menara gading' menggambarkan keadaan terpisah dari realitas kehidupan, sehingga tidak memahami apa yang sesungguhnya terjadi.
"Selama ini, Presiden Prabowo Subianto terkesan eksklusif sehingga berbagai aspirasi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat seolah 'menabrak tembok,'" jelas Arif.
"Sehingga, Presiden terkesan berada di menara gading, tidak memahami apa yang terjadi di tengah masyarakat."
"Kehadiran para tokoh-tokoh bangsa tersebut tentu ini menjadi semacam saluran untuk menyampaikan aspirasi, menyampaikan ide dan gagasan mengenai berbagai persoalan yang dihadapi bangsa ini."
Arif menyebut, pertemuan dengan tokoh kritis dan ormas menjadi penanda bahwa Istana Negara kini mulai membuka diri untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, temasuk mereka yang vokal mengkritik pemerintah.
"Di sisi lain komunikasi ini juga mengesankan bahwa Istana mulai berubah untuk mendengarkan suara-suara publik, suara-suara aspirasi masyarakat, aspirasi masyarakat, bahkan termasuk suara-suara yang tidak sepakat," jelas Arif.
"Kita tahu tokoh-tokoh yang datang kemarin sebagian merupakan tokoh-tokoh vokalis yang kerap mengkritik aneka kebijakan termasuk kebijakan-kebijakan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto."
(Tribunnews.com/Rizki A.)
Baca tanpa iklan