Pelukan Megawati dan Irina Bokova di Abu Dhabi, Momen Hangat di Balik Forum Perdamaian Dunia
Megawati menyerukan perdamaian dunia dan menegaskan nilai Pancasila bersifat universal demi masa depan generasi anak.
Penulis:
Danang Triatmojo
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Megawati Soekarnoputri mengikuti forum roundtable Zayed Award for Human Fraternity di Abu Dhabi membahas kepemimpinan, etika, dan kemanusiaan.
- Momen hangat terjadi saat Megawati berpelukan dengan mantan Dirjen UNESCO Irina Bokova usai diskusi.
- Megawati menyerukan perdamaian dunia dan menegaskan nilai Pancasila bersifat universal demi masa depan generasi anak.
TRIBUNNEWS.COM, ABU DHABI - Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengikuti pertemuan pertemuan meja bundar (roundtable) yang diselenggarakan Zayed Award for Human Fraternity (ZAHF) di St. Regis Corniche, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada Kamis (5/2/2026) siang waktu setempat.
Megawati hadir mengenakan kebaya batik warna putih dengan corak bunga, serta syal merah. Dia didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDIP M. Prananda Prabowo, dan menantunya, Nancy Prananda.
Hadir mendampingi, Dubes RI untuk UEA Judha Nugraha, Dubes RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi, dan Ketua DPP PDIP bidang Luar Negeri Ahmad Basarah.
Baca juga: Presiden Timor Leste Akan Anugerahi Megawati Medali Kehormatan Tertinggi
Saat tiba di ruang pertemuan, Megawati duduk pada sisi tengah meja menghadap layar utama. Duduk di sebelah kiri dan kanannya eks Ketua Komisi Uni Afrika cum eks Perdana Menteri Chad Moussa Faki Mahamat, dan eks Presiden Dewan Eropa cum eks PM Belgia Charles Michael.
Sementera Sekretaris Jendera (Sekjen) Zayed Award Mohamed Abdelsalam duduk berjarak dua kursi dari Megawati.
Pertemuan meja bundar ini merupakan diskusi dan berbagi pengalaman mengenai kepemimpinan yang menjunjung moral serta etika. Topik yang dibahas juga mengenai teknologi Artifisial Intelijen (AI) berkenaan dengan kemanusiaan.
Diskusi berlangsung sekitar satu jam, dipandu moderator Christiane Amanpour, Chief International Anchor dari CNN.
Setelah pertemuan berakhir, Megawati menghampiri mantan Dirjen UNESCO Irina Bokova yang duduk di sisi kanan Presiden ke-5 RI.
Irina adalah rekan Megawati ketika sama-sama sebagai juri Zayed Award Tahun 2024. Kala itu dua organisasi Islam terbesar Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah keluar sebagai pemenangnya.
Kedua tokoh besar ini saling berpelukan dan berbincang. Kemudian Christiane Amanpour, juga menyampaikan kekagumannya kepada Megawati.
Kemudian dua orang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi interpreter dalam pertemuan meja bundar, menghampiri Megawati dan meminta untuk berfoto bersama, disusul beberapa delegasi negara lain mengantre gilirannya.
Setelah pertemuan, Megawati menyampaikan bahwa banyak delegasi yang menginginkan perdamaian tanpa ada lagi peperangan di muka bumi.
"Dari semua pembicaraan yang saya dengar, memang mereka berkeinginan bahwa mereka semua merasakan bahwa bagaimana dunia ini sepertinya akan mulai melupakan sebetulnya kehidupan kita itu satu bumi. Seharusnya, mestinya sudah selesai, tidak ada perang. Yang ada harusnya diteruskan dengan perdamaian," kata Megawati.
Dalam pertemuan itu Megawati juga menyampaikan bahwa falsafah bangsa Indonesia yakni Pancasila, bisa berlaku secara universal. Sebagai contoh, sila Ketuhanan Yang Maha Esa diadopsi dari peri kemanusiaan.
Megawati pun mengajak semua pihak yang terlibat dalam ZAHF untuk bisa berbicara banyak demi keberlangsungan masa depan anak-anak yang akan menjadi generasi penerus.
"Dan saya sangat merasa dan saya mengatakan bahwa seharusnya kita lebih baik, lebih banyak bergerak untuk masa depan anak-anak kita. Sudah mulai harus dirancang dari saat sekarang ini," katanya.
Baca tanpa iklan