Soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Bahlil: Kita Dukung Mereka Sampai Selesai
Dukungan Golkar bersifat satu paket kepada Presiden dan Wakil Presiden di tengah wacana dua periode.
Penulis:
Fersianus Waku
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen partainya untuk mengawal Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga akhir masa jabatan.
Hal ini merespons dukungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) agar Prabowo-Gibran dua periode.
"Golkar sebagai partai politik yang mengusung Presiden Prabowo-Gibran dan Wakil Presiden Mas Gibran. Konsekuensi daripada partai yang telah mengusung harus mendukung sampai selesai," kata Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Baca juga: Bukan Amankan Posisi di Pilpres 2029, PKB Ungkap Cak Imin Dukung Prabowo 2 Periode karena Hal Ini
Bahlil menyebut, sikap ini juga seiring hasil Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang memutuskan mendukung pemerintahan hingga akhir masa jabatan.
"Apalagi Golkar dalam keputusan munasnya itu mendukung pemerintahan," ujarnya.
Menteri ESDM ini pun menekankan bahwa dukungan tersebut bersifat satu paket, yakni kepada Presiden dan Wakil Presiden sebagai satu kesatuan lembaga eksekutif.
"Ya kita dukung mereka sampai selesai," imbuh Bahlil.
Sebelumnya, Jokowi menegaskan mendukung dua periode kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Hal itu ditegaskan Jokowi saat dimintai pendapat mengenai peluang Gibran menjadi calon presiden pada Pemilu berikutnya.
“Kan sudah saya sampaikan, Prabowo-Gibran dua periode,” ungkap Jokowi saat ditemui Tribun Solo di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026).
Adapun wacana ini mencuat setelah Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali melontarkan pernyataan sulit menemukan calon presiden yang lebih baik daripada Gibran dalam siniar Gaspol Kompas.com.
“(Gibran) Bisa menjadi kompetitor. Kompetitor yang cukup kuat menurut saya,” kata Ahmad Ali dalam Gaspol yang tayang pada Kamis (22/1/2026).
“Kalau saya sih sederhana saja, emang ada calon presiden lebih baik dari pada Gibran?” lanjutnya.
Ali menilai, Gibran memiliki modal politik yang tidak dimiliki banyak tokoh seusianya.