PWI Awards 2026, Munir Sebut Figur Dahlan Dahi Tulus Ikhlas Rajut Perbedaan Keras Dua Kubu PWI
Ketua Umum PWI menyebut figur Dahlan Dahi sebagai pribadi yang ikhlas, tulus dan telaten mengurai konflik panjang dua kubu PWI.
Penulis:
Domu D. Ambarita
Editor:
Dewi Agustina
"Alhamdulillah, kita dapat berjumpa pada saat ini. Saya senang, PWI dapat bersatu kembali, setelah terjadi dualisme kepengurusan tahun lalu. Upaya penyatuan PWI telah dilakukan banyak pihak, termasuk Wamen Komdigi Pak Nezar Patria. Ketika solusi hampir didapat, sayangnya gagal. Sampai pada upaya baik dan ikhlas sahabat kita, anggota Dewan Pers Dahlan Dahi, yang mempersatukan PWI," kata Munir.
Menanggapi penghargaan yang diberikan kepadanya, Dahlan Dahi berterima kasih kepada para pihak.
"Seremoni penghargaan adalah melestarikan dan mewariskan nilai baik, tentang ketulusan, kerja keras, dan dedikasi untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita dan kelompok kita. Nilai baik untuk publik. PWI adalah institusi yang bekerja untuk publik. Semoga makin kuat dan makin besar kontribusinya untuk publik," ujar Dahlan.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid juga mengatakan rasa sukacita PWI dapat bersatu kembali. Hal itu dikemukakan politisi Partai Golkar, itu ketika menyampaikan kata sambutan pada Konvensi Media Massa Nasional di Hotel Aston, Minggu (8/2/2026) sore.
"Senang rasanya dapat berjumpa dengan senior-senior wartawan semua di arena Hari Pers 2026. Tahun 2025, kami selaku pemerintah tidak hadir pada HPN karena saat itu dilaksakan di dua tempat (dua kelompok). Syukurlah, sekarang sudah bersatu," kata Meutya, yang mantan wartawan.
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) adalah organisasi profesi wartawan pertama yang didirikan pada 9 Februari 1946 di Surakarta, Jawa Tengah.
Menurut Ketua Dewan Pers Prof Komarudin Hidayat, PWI adalah organisasi wartawan tertua yang menjadi konstituen Dewan Pers.
"Saat ini ada sebelas organisasi wartawan dan asosiasi perusahaan media yang menjadi konstituen Dewan Pers. Dan PWI adalah organisasi wartawan tertua, yang pertama lahir, kemudian disusul adik-adiknya," kata Komarudin, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta 2005-2010.
Hari lahir PWI diperingati sebagian wartawan sebagai Hari Pers Nasional.
Peringatan tahunan itu mulai dilakukan setelah Presiden Soeharto mengeluarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985 yang menetapkan tanggal itu sebagai Hari Pers Nasional (HPN).
Sebagian organisasi wartawan lainnya, seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), menolak HPN pada 9 Februari.
Menurut kedua organisasi pers ini, setelah Soeharto jatuh tahun 1998, ada sejumlah perubahan penting yang terjadi dalam bidang media yaitu koreksi regulasi Orde Baru.
Perjalanan Karier Jurnalistik Dahlan
Dahlan Dahi, lahir di Wanci, Kecamatan Wangi-Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, 1971.
Naluri jurnalis Dahlan Dahi diperoleh saat aktif di media kampus ketika mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Baca tanpa iklan