Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

PWI Awards 2026, Munir Sebut Figur Dahlan Dahi Tulus Ikhlas Rajut Perbedaan Keras Dua Kubu PWI

Ketua Umum PWI menyebut figur Dahlan Dahi sebagai pribadi yang ikhlas, tulus dan telaten mengurai konflik panjang dua kubu PWI.  

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Domu D. Ambarita
Editor: Dewi Agustina

 

Jurnalis Tribun Network Dapat Penghargaan_2
PENGHARGAAN JURNALIS - Dua jurnalis Tribun Network mendapat penghargaan di momen Hari Pers Nasional 2026. Mereka adalah Alfin Wahyu, Tribunnews Video, kategori media sosial dan Rizki Armanda, Tribun Pekanbaru, kategori media online.

 

"Alhamdulillah, kita dapat berjumpa pada saat ini. Saya senang, PWI dapat bersatu kembali, setelah terjadi dualisme kepengurusan tahun lalu. Upaya penyatuan PWI telah dilakukan banyak pihak, termasuk Wamen Komdigi Pak Nezar Patria. Ketika solusi hampir didapat, sayangnya gagal. Sampai pada upaya baik dan ikhlas sahabat kita, anggota Dewan Pers Dahlan Dahi, yang mempersatukan PWI," kata Munir.

Menanggapi penghargaan yang diberikan kepadanya, Dahlan Dahi  berterima kasih kepada para pihak.

"Seremoni penghargaan adalah melestarikan dan mewariskan nilai baik, tentang ketulusan, kerja keras, dan dedikasi untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita dan kelompok kita. Nilai baik untuk publik. PWI adalah institusi yang bekerja untuk publik. Semoga makin kuat dan makin besar kontribusinya untuk publik," ujar Dahlan.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid juga mengatakan rasa sukacita PWI dapat bersatu kembali. Hal itu dikemukakan politisi Partai Golkar, itu ketika  menyampaikan kata sambutan pada Konvensi Media Massa Nasional di Hotel Aston, Minggu (8/2/2026) sore.

"Senang rasanya dapat berjumpa dengan senior-senior wartawan semua di arena Hari Pers 2026. Tahun 2025, kami selaku pemerintah tidak hadir pada HPN karena saat itu dilaksakan di dua tempat (dua kelompok). Syukurlah, sekarang sudah bersatu," kata Meutya, yang mantan wartawan.

Rekomendasi Untuk Anda

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) adalah organisasi profesi wartawan pertama yang didirikan pada 9 Februari 1946 di Surakarta, Jawa Tengah. 

Menurut Ketua Dewan Pers Prof Komarudin Hidayat, PWI adalah organisasi wartawan tertua yang menjadi konstituen Dewan Pers. 

"Saat ini ada sebelas organisasi wartawan dan asosiasi perusahaan media yang menjadi konstituen Dewan Pers. Dan PWI adalah organisasi wartawan tertua, yang pertama lahir, kemudian disusul adik-adiknya," kata Komarudin, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta 2005-2010.
 
Hari lahir PWI diperingati sebagian wartawan sebagai Hari Pers Nasional

Peringatan tahunan itu mulai dilakukan setelah Presiden Soeharto mengeluarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985 yang menetapkan tanggal itu sebagai Hari Pers Nasional (HPN).

Sebagian organisasi wartawan lainnya, seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), menolak HPN pada 9 Februari. 

Menurut kedua organisasi pers ini, setelah Soeharto jatuh tahun 1998, ada sejumlah perubahan penting yang terjadi dalam bidang media yaitu koreksi regulasi Orde Baru.

 

Perjalanan Karier Jurnalistik Dahlan

Dahlan Dahi, lahir di Wanci, Kecamatan Wangi-Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, 1971. 

Naluri jurnalis Dahlan Dahi diperoleh saat aktif di media kampus ketika mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas