Profil Ali Ghufron Mukti, Dirut BPJS Kesehatan yang Tegaskan Layanan Medis Tidak Gratis
Dirut BPJS, Ali Ghufron Mukti, sebut biaya kesehatan tak murah dan masih banyak warga salah paham soal peran BPJS Kesehatan. Berikut profilnya.
Penulis:
Falza Fuadina
Editor:
Bobby Wiratama
Dengan demikian, nama lengkap serta gelar Ghufron adalah Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D.
Selama karier profesionalnya, Ghufron telah menduduki sejumlah posisi penting.
Berbagai posisi akademis yang pernah diemban Ghufron antara lain Ketua Pengelola Gama Medical Center, dan Direktur Program Pascasarjana Kesehatan Gadjah Mada tentang Pembiayaan Kesehatan dan Manajemen Asuransi Kesehatan di Fakultas Kedokteran UGM, sebagaimana dikutip dari sdgs.un.org.
Pada 2008, suami dari Inayati itu didapuk sebagai Dekan Fakultas Kedokteran UGM, yang menjadikannya sebagai dekan termuda.
Ia juga pernah menjadi Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada periode 2011-2014.
Pada 2012, Ghufron sempat menjadi Penjabat sementara (Pjs) Menteri Kesehatan Republik Indonesia menggantikan Endang Rahayu Sedyaningsih yang wafat.
Ghufron tercatat pernah dipercaya sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (SDID), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristek).
Barulah di tahun 2021, Ghufron menjabat sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan.
Ia dilantik sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Februari 2021.
Di sisi lain, ayah tiga anak itu mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputera Utama pada 11 Oktober 2014.
Ia juga dipercaya sebagai Ketua Komisi Kesehatan di International Social Security Association (ISSA) periode 2020–2022.
Harta Kekayaan Ali Ghufron Mukti
Ali Ghufron Mukti tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp39.379.125.394 atau Rp39,3 miliar.
Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilaporkannya terakhir kali pada 22 Maret 2025.
Harta terbanyaknya berasal dari tanah dan bangunan di Kabupaten Sleman, Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Selatan, Kota Jakarta Utara dan Bekasi, sebesar Rp27.441.000.000 atau Rp 27,4 miliar.
Sumber harta terbanyak kedua milik Ghufron berasal dari kas dan setara kas senilai Rp11.570.125.394 atau Rp11,5 miliar.
Lalu, sumber harta ketiga Ghufron berasal dari harta bergerak lainnya sebesar Rp 187.000.000 atau Rp187 juta.
Ia juga memiliki alat transportasi berupa mobil Nissan Evalia, Toyota Camry, motor Honda Vario dan Honda Scoopy senilai Rp 181 juta.
(Tribunnews.com/Falza)
Baca tanpa iklan