Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

AHY dan Gibran di Tengah Kontestasi Awal Menuju 2029

Wacana persaingan antara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gibran Rakabuming Raka mulai menguat dalam peta awal politik menuju Pilpres 2029.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahyu Aji
zoom-in AHY dan Gibran di Tengah Kontestasi Awal Menuju 2029
Tribunnews.com
DUET PILPRES 2029 - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berbincang-bincang di kediaman AHY, Jalan Prapanca Raya Nomor 10, Jakarta Selatan (Jaksel), Minggu (22/10/2023) lalu. 
Memuat video…

Namun di sisi lain, fenomena ini memunculkan kritik soal regenerasi dan meritokrasi. Dalam situasi tersebut, pemilih diperkirakan akan semakin selektif, tidak hanya memilih sosok, tetapi juga menilai sejauh mana kekuasaan politik didistribusikan secara adil dan terbuka.

Frans Simorangkir menambahkan, agar para kandidat dapat terlepas dari stigma dinasti politik, langkah paling krusial adalah membangun legitimasi melalui kinerja dan pengalaman yang terukur.

“Cara keluar dari stigma dinasti bukan dengan menyangkal asal-usul, tetapi dengan membuktikan kapasitas. Kandidat harus menunjukkan rekam jejak, bukan sekadar relasi. Ketika pengalaman dan kinerja lebih menonjol daripada nama keluarga, stigma itu perlahan akan luntur,” katanya.

Ia menilai transparansi, akuntabilitas kebijakan, serta kesediaan menerima kritik publik menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pemilih.

Dalam konteks Pemilu 2029, publik dinilai semakin rasional dan menuntut pembuktian, sehingga kandidat dari keluarga politik dituntut bekerja lebih keras untuk meyakinkan bahwa mereka hadir bukan sebagai pewaris kekuasaan, melainkan sebagai pemimpin yang tumbuh dari proses dan pengalaman.

Dengan demikian, peta politik menuju Pilpres 2029 menunjukkan bahwa kontestasi masih sangat terbuka.

Baca juga: Gerindra Ogah Beri Karpet Merah, Peluang Gibran Dampingi Prabowo di Pilpres 2029 Makin Tipis

 

Rekomendasi Untuk Anda

Selain figur-figur muda seperti AHY dan Gibran, tokoh dengan pengalaman nasional yang kuat masih berpeluang tampil sebagai calon presiden, sementara posisi calon wakil presiden berpotensi menjadi arena negosiasi politik paling menentukan dalam beberapa tahun ke depan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas