Ragam Respons soal PAN Usulkan Zulhas Dampingi Prabowo pada Pilpres 2029
Partai Amanat Nasional (PAN) memberi sinyal bakal kembali mendukung Presiden Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Sri Juliati
Ia menyinggung hasil survei terbaru terkait tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo yang dinilainya sangat tinggi.
"Pak Prabowo untuknya maju di periode kedua menurut saya itu kan hal yang wajar ya," ucapnya.
Ia menyebut, tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo saat ini berada di kisaran 80 persen.
"Jadi menurut saya wajar lah kalau misalnya ada wacana yang mengusulkan 2 periode," ungkap Saan.
2. PSI
Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni merespons wacana PAN yang membuka peluang mengusung Zulhas sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2029.
Raja Juli menegaskan fokus utama partai-partai yang tergabung dalam koalisi pemerintahan saat ini semestinya tidak terpecah oleh wacana kontestasi lima tahunan mendatang.
Ia mengingatkan pentingnya konsolidasi internal untuk memastikan agenda pemerintahan berjalan optimal.
“Bagi PSI hari-hari ini anggota koalisi hedaknya menyibukan diri mensukseskan program-program Pak Prabowo Subianto. Yang paling penting semua kompak dulu sukseskan program Pak Prabowo," katanya kepada wartawan, Senin (9/2/2026).
Ia menekankan, keberhasilan program pemerintahan Presiden Prabowo menjadi prioritas utama yang harus dijaga bersama oleh seluruh partai pendukung.
Menurutnya, soliditas koalisi menjadi kunci agar agenda-agenda strategis pemerintahan dapat terealisasi.
Terkait penentuan cawapres pada Pilpres 2029, Menteri Kehutanan (Menhut) itu berpandangan pembahasan tersebut masih terlalu dini.
Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan politik itu kepada Presiden Prabowo sebagai pemimpin tertinggi koalisi.
“Kalau sudah sukses, soal Cawapres 2029 kita serahkan kepada Pak Prabowo, sebagai pimpinan tertinggi kita," tegas Raja Juli.
Raja Juli juga mengingatkan posisi Prabowo sebagai figur sentral yang memiliki otoritas penuh dalam menentukan pasangan yang akan mendampinginya kelak.