Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Fahira Idris Urai Dampak Besar Program Satu TK Tiap Desa dan Sampaikan Lima Rekomendasi

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap rencana Pemerintah.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Fahira Idris Urai Dampak Besar Program Satu TK Tiap Desa dan Sampaikan Lima Rekomendasi
HO/IST
LIMA REKOMENDASI - Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menyampaikan lima rekomendasi terkait program minimal satu Taman Kanak-Kanak (TK) di setiap desa di Indonesia. Dia mengingatkan agar diiringi dengan desain kebijakan yang matang. 

Selama ini, akses PAUD jauh lebih baik di perkotaan dibandingkan perdesaan. Kehadiran minimal satu TK di setiap desa, menurut Fahira Idris, merupakan wujud nyata kehadiran negara hingga ke level komunitas terkecil.

“Anak Indonesia tidak boleh dibatasi masa depannya hanya karena tempat ia dilahirkan. Program ini adalah pesan kuat bahwa kualitas pendidikan harus merata sejak usia dini,” ungkapnya.

Lima Rekomendasi Strategis

Meski demikian, Fahira Idris mengingatkan bahwa besarnya potensi dampak program ini harus diiringi dengan desain kebijakan yang matang agar tidak berhenti pada pencapaian target jumlah semata.

Untuk itu, ia menyampaikan lima rekomendasi strategis agar Program Satu TK Tiap Desa benar-benar memberi dampak besar dan berkelanjutan.

Pertama, pembangunan TK harus dibarengi dengan standar kualitas yang jelas dan realistis.

Menurutnya, ketersediaan bangunan harus disertai lingkungan belajar yang aman, sehat, ramah anak, serta memiliki sanitasi dan ruang bermain yang memadai.

Kedua, penguatan dan perlindungan guru PAUD harus menjadi prioritas utama. Fahira Idris menekankan bahwa kualitas PAUD sangat ditentukan oleh pendidiknya.

Rekomendasi Untuk Anda

Karena itu, strategi pemenuhan guru PAUD yang terlatih, peningkatan kompetensi berkelanjutan, serta skema insentif yang lebih adil perlu disiapkan secara serius.

Ketiga, implementasi PIP untuk murid TK perlu dikawal ketat agar tepat sasaran dan tepat guna. Bantuan ini, menurutnya, sangat penting untuk mendorong partisipasi anak dari keluarga miskin, namun harus diiringi pendataan yang akurat dan sosialisasi masif kepada orang tua.

Keempat, Fahira Idris mendorong agar pendekatan PAUD Holistik-Integratif menjadi roh utama pelaksanaan program. TK di desa tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat belajar formal, tetapi juga terhubung dengan layanan kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak melalui kolaborasi lintas sektor.

Kelima, ia menekankan pentingnya kolaborasi erat dengan pemerintah daerah dan masyarakat desa. Keberhasilan Program Satu TK Tiap Desa sangat bergantung pada rasa memiliki di tingkat lokal, termasuk peran pemerintah desa, kader PAUD, Bunda PAUD, dan organisasi masyarakat.

“Program Satu TK Tiap Desa adalah langkah besar untuk masa depan Indonesia. Tantangannya kini adalah memastikan setiap TK yang dibangun benar-benar menjadi ruang tumbuh yang bermutu, inklusif, dan bermakna bagi anak-anak kita,” pungkas Fahira Idris yang juga aktivis perlindungan anak ini.

Baca juga: Bahagianya Verrell Bramasta Bisa Bantu Realisasikan Pembangunan PAUD di Kampung Cipetir

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa salah satu langkah strategis yang akan dijalankan adalah menghadirkan minimal satu Taman Kanak-Kanak (TK) di setiap desa di seluruh Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Mu'ti saat memberikan sambutan dalam Konsolidasi Nasional Kemendikdasmen 2026 pada Senin (9/2).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas