Fahira Idris Urai Dampak Besar Program Satu TK Tiap Desa dan Sampaikan Lima Rekomendasi
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap rencana Pemerintah.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- Negara mulai menempatkan PAUD sebagai fondasi utama pembentukan sumber daya manusia, bukan sekadar pelengkap.
- Pendidikan anak usia dini merupakan fase krusial yang menentukan kesiapan belajar, kemampuan literasi dan numerasi dasar.
- Strategi pemenuhan guru PAUD yang terlatih, peningkatan kompetensi berkelanjutan, serta skema insentif yang lebih adil.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA —Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap rencana Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang akan membangun minimal satu Taman Kanak-Kanak (TK) di setiap desa di Indonesia.
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi pendidikan nasional sekaligus mendukung pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun.
Menurut Fahira Idris, perhatian serius pemerintah terhadap pendidikan anak usia dini menandai pergeseran penting dalam arah pembangunan pendidikan Indonesia.
Negara, kata dia, mulai menempatkan PAUD sebagai fondasi utama pembentukan sumber daya manusia, bukan sekadar pelengkap jenjang pendidikan dasar.
“Program Satu TK Tiap Desa adalah kebijakan yang sangat visioner. Ini menunjukkan keberanian negara untuk membangun kualitas pendidikan dari hulu, dari fase paling awal kehidupan anak,” ujarnyadi Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (11/2).
Fahira Idris yang juga pemerhati pendidikan ini menilai, kebijakan ini semakin kuat karena diiringi perluasan Program Indonesia Pintar (PIP) yang pada 2026 mulai menyasar murid TK.
Menurutnya, kombinasi pembangunan infrastruktur TK di desa dan dukungan biaya pendidikan bagi anak dari keluarga miskin menjadikan kebijakan ini tidak hanya soal ketersediaan sekolah, tetapi juga soal keadilan akses.
Ia menegaskan, dampak program ini sangat besar bagi transformasi pendidikan nasional.
Pendidikan anak usia dini merupakan fase krusial yang menentukan kesiapan belajar, kemampuan literasi dan numerasi dasar, perkembangan sosial-emosional, serta pembentukan karakter anak.
Dengan memastikan setiap anak mendapatkan akses PAUD minimal satu tahun sebelum masuk SD, Indonesia sedang menyiapkan fondasi kuat bagi kualitas pembelajaran di jenjang berikutnya.
Dari perspektif pembangunan sumber daya manusia, aktivis perempuan ini menilai Program Satu TK Tiap Desa sebagai investasi jangka panjang yang sangat strategis.
PAUD yang merata dan berkualitas akan memperkecil kesenjangan capaian belajar sejak awal, terutama bagi anak-anak di desa, wilayah 3T, dan keluarga miskin.
Dalam konteks bonus demografi, kebijakan ini menjadi penentu apakah Indonesia mampu memetik manfaat atau justru menanggung beban di masa depan.
Selain itu, program ini juga berdampak besar terhadap pemerataan pendidikan antarwilayah.
Baca tanpa iklan