Eks Pendukung Jokowi Jadi Ahli Roy Suryo cs, Refly Harun: Tak Cuma Ringankan, tapi Juga Membebaskan
Refly Harun berseloroh, M Sobary dulunya adalah Termul alias pendukung Jokowi, tetapi kini sadar dan berbalik mendukung Roy Suryo cs.
Penulis:
Rizkianingtyas Tiarasari
Editor:
Suci BangunDS
"Termasuk bagian dari sini adalah bagaimana kita nanti akan menegakkan, bagaimana nanti kita akan bersama memulihkan dan memutihkan sejarah yang selama 10 tahun ini dibuat kelam oleh satu orang saja," jelas Dokter Tifa.
M Sobary Hadir sebagai Ahli untuk Roy Suryo cs
Sebelum memberikan keterangan, M Sobary menegaskan dirinya akan menjelaskan metodologi penelitian kepada penyidik.
Ia menyebut, akan memaparkan proses penelitian mulai dari inspirasi, perumusan proposal, hingga instrumen penelitian.
“Secara keilmuan saya akan pertanggungjawabkan, tidak ada yang menyimpang dari kaidah,” ucap M Sobary di Polda Metro Jaya, Kamis (12/2/2026).
M Sobary juga menyinggung peran Roy Suryo, dr. Tifauziah Tyassuma alias Dokter Tifa, dan Rismon Hasiholan Sianipar.
Menurutnya, ketiga tokoh ini berani menyampaikan kebenaran sebagai kaum intelektual meski penuh risiko.
“Kalau mau mendebat, debatlah pada wilayah ilmu, dari wawancara hingga penulisan buku, itu wilayah bebas perdebatan,” tegasnya.
Sosok Mohamad Sobary
Mohamad Sobary, akrab disapa Kang Sobary, lahir di Bantul, Yogyakarta, 7 Agustus 1952.
Ia dikenal sebagai budayawan, kolumnis, sekaligus peneliti yang kiprahnya panjang di dunia kebudayaan dan media.
Sobary pernah menjabat sebagai Pemimpin Umum Kantor Berita Antara serta Direktur Eksekutif Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan (Partnership for Governance Reform) hingga Juli 2009.
Kini, di usia 73 tahun, ia memfokuskan diri pada penulisan novel tentang keluarga Syalendra yang membangun Candi Borobudur.
Nama M Sobary sudah lekat dengan dunia tulis-menulis. Kolomnya masih rutin hadir di Kompas Minggu dalam rubrik Asal-Usul, yang menyoroti akar budaya dan sejarah Nusantara.
Alumni Universitas Indonesia dan Monash University ini dikenal piawai meramu narasi kebudayaan dengan gaya reflektif dan tajam.
Sebagai budayawan, M Sobary kerap menekankan pentingnya metodologi penelitian dalam memahami kebudayaan.
Ia menempatkan riset sebagai jalan untuk menjaga integritas ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat peran intelektual dalam masyarakat.
Kini, karya-karya M Sobary terus menjadi rujukan, baik dalam bentuk tulisan maupun gagasan kebudayaan.
Fokusnya pada novel Borobudur menegaskan konsistensinya sebagai budayawan yang tak pernah berhenti menggali sejarah dan makna peradaban.
(Tribunnews.com/Rizki A./Glery L.)