Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Beda KKB Yahukimo dan Faksi OPM Lainnya, Bikin Geram Teman-teman Pilot

Penembakan pesawat Smart Air di Papua Selatan menewaskan dua pilot dan memicu kecaman keras dari Ikatan Pilot Indonesia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Beda KKB Yahukimo dan Faksi OPM Lainnya, Bikin Geram Teman-teman Pilot
HO/Polri
KECAM TEMAN PILOT - Dua awak pesawat dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak yakni Kapten Egon Erawan selaku pilot dan Baskoro sebagai co-pilot di Bandara Koroway Batu (Danowage), Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan pada Rabu (11/2/2026). Penembakan pesawat Smart Air di Papua Selatan menewaskan dua pilot dan memicu kecaman keras dari Ikatan Pilot Indonesia. 

Dengan demikian, memahami perbedaan antara KKB Yahukimo dan faksi TPNPB-OPM lainnya bukan sekadar soal terminologi.

Ini menyangkut cara negara, masyarakat, dan komunitas internasional membaca dinamika konflik Papua yang terfragmentasi.

Tragedi yang menewaskan dua awak pesawat tersebut mempertegas bahwa di tengah perdebatan label dan struktur organisasi, korban terbesar tetaplah warga sipil yang tidak terlibat langsung dalam konflik.

Insiden penembakan terhadap awak Smart Air menjadi contoh konkret bagaimana fragmentasi kelompok bersenjata ini berdampak langsung pada sektor sipil yang vital.

Penerbangan perintis di Papua bukan sekadar layanan komersial, melainkan jalur distribusi logistik, obat-obatan, dan kebutuhan pokok bagi masyarakat pedalaman.

Ketika pilot dan kopilot menjadi korban, risiko yang muncul tidak hanya menyangkut keselamatan individu, tetapi juga potensi terhentinya suplai kebutuhan dasar di daerah terisolasi. 

Inilah yang membuat Ikatan Pilot Indonesia menyatakan kemarahan dan keprihatinan mendalam, seraya mendesak penguatan pengamanan bandara perintis dan koridor udara di wilayah rawan konflik.

Kecaman Teman-teman Pilot

Rekomendasi Untuk Anda

Ikatan Pilot Indonesia (IPI) mengecam keras insiden penembakan pesawat perintis milik Smart Air yang menewaskan pilot Capt. Egon Erawan dan kopilot Capt. Baskoro Adi Anggoro di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).

Tragedi tersebut memicu desakan agar pemerintah segera memperkuat jaminan keamanan penerbangan di wilayah rawan konflik.

Merespons kejadian itu, IPI meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan memastikan situasi keamanan pulih dan operasional penerbangan di bandara berisiko tinggi, terutama di pedalaman Papua, benar-benar terlindungi.

Ketua Umum IPI, Capt. Muammar Reza Nugraha, menegaskan bahwa keselamatan pilot, kru, dan penumpang merupakan kewajiban negara yang tidak dapat ditawar.

“Kami memohon dengan hormat perhatian khusus dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk bertindak segera dan turun tangan dalam memulihkan, menjamin, dan memastikan keamanan penerbangan, khususnya di daerah dengan risiko tinggi,” ujar Muammar, Kamis (12/2/2026), dikutip dari Tribun Papua.

PENEMBAKAN PILOT - Ketua Ikatan Pilot Indonesia Captain Muammar Reza Nugraha bersama Anggota Ikatan Pilot Indonesia berfoto bersama usai memberikan keterangan terkait insiden tewasnya pilot Smart Air yang ditembak di Boven Digoel di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (12/2/2026). Ikatan Pilot Indonesia mengecam dan mengutuk keras tragedi penembakan terhadap pilot dan kopilot pesawat Smart Air, Captain Egon Erawan dan Captain Baskoro Adi Anggoro di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan yang menyebabkan keduanya meninggal dunia. Dan atas kejadian tersebut Ikatan Pilot Indonesia meminta kepada pemerintah untuk menjamin dan memastikan keamanan penerbangan khususnya di daerah dengab resiko keamanan tinggi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
PENEMBAKAN PILOT - Ketua Ikatan Pilot Indonesia Captain Muammar Reza Nugraha bersama Anggota Ikatan Pilot Indonesia berfoto bersama usai memberikan keterangan terkait insiden tewasnya pilot Smart Air yang ditembak di Boven Digoel di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (12/2/2026). Ikatan Pilot Indonesia mengecam dan mengutuk keras tragedi penembakan terhadap pilot dan kopilot pesawat Smart Air, Captain Egon Erawan dan Captain Baskoro Adi Anggoro di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan yang menyebabkan keduanya meninggal dunia. Dan atas kejadian tersebut Ikatan Pilot Indonesia meminta kepada pemerintah untuk menjamin dan memastikan keamanan penerbangan khususnya di daerah dengab resiko keamanan tinggi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

IPI juga mendesak pemerintah bersama otoritas penerbangan untuk menghentikan sementara operasional bandara di kawasan konflik sampai keamanan benar-benar terjamin.

“Kami meminta Komite Nasional Keamanan Penerbangan untuk mengambil langkah pencegahan berupa penghentian operasional bandara berisiko keamanan tinggi sampai terjaminnya keamanan penerbangan,” tegas Muammar.

Ia menekankan bahwa bandara dan fasilitas penerbangan merupakan objek vital nasional yang wajib dilindungi.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas