Beda KKB Yahukimo dan Faksi OPM Lainnya, Bikin Geram Teman-teman Pilot
Penembakan pesawat Smart Air di Papua Selatan menewaskan dua pilot dan memicu kecaman keras dari Ikatan Pilot Indonesia.
Penulis:
Facundo Chrysnha Pradipha
Editor:
Endra Kurniawan
Menurutnya, penembakan di Korowai Batu termasuk pelanggaran berat terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, khususnya Bab XIV mengenai Keamanan Penerbangan, serta bertentangan dengan ketentuan internasional ICAO Annex 17 dan Chicago Convention 1944.
Sementara itu, Direktur Teknis General Aviation IPI, Capt. Willy Resoeboen, menyoroti penerapan protokol keamanan di Bandara Korowai.
Ia berpendapat bahwa jika sebuah bandara telah dinyatakan layak beroperasi oleh pemerintah, maka standar pengamanan semestinya telah terpenuhi, termasuk perlindungan terhadap pesawat dan awak yang bertugas.
“Memang penerbangan di sana itu hari-hari, sudah sering, jadi seharusnya sih ada pengamanan di sana. Tapi memang untuk spesifik detail saat kejadian, kita tahu bahwa di sana ada TNI atau Polri, kami belum dapat info,” jelas Willy.
Ia menjelaskan bahwa asesmen risiko keamanan umumnya menjadi tanggung jawab operator atau maskapai, sedangkan pilot menjalankan tugas dengan asumsi bandara tujuan merupakan area publik yang aman.
Apalagi sebelum insiden ini, Bandara Korowai tidak masuk kategori bandara berisiko tinggi.
Sebelumnya, pesawat Smart Air PK-SNR ditembaki saat mendarat di Lapangan Terbang Korowai Batu, Kampung Danowage, Rabu (11/2/2026).
Pilot dan kopilot dilaporkan tewas ditembak saat berupaya menyelamatkan diri bersama penumpang. Pesawat tersebut mengangkut 13 penumpang—sembilan pria dewasa, tiga perempuan dewasa, dan satu balita—yang seluruhnya selamat tanpa luka fisik.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, menyebut kelompok yang diduga sebagai pelaku berasal dari KKB wilayah Yahukimo, yakni Batalyon Kanibal dan Semut Merah.
Aparat hingga kini masih memburu para pelaku.
Sementara itu, jenazah kedua pilot telah dievakuasi dari Boven Digoel ke Timika pada Kamis (12/2/2026) pagi sebelum diterbangkan ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan.
Capt. Egon dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, selepas Maghrib.
Adapun Capt. Baskoro dijadwalkan dimakamkan hari ini.
(Tribunnews.com/Chrysnha)
Baca tanpa iklan