Prabowo Akui 28 Ribu Siswa Keracunan MBG: Tapi 99,994 Persen Berhasil
Prabowo mengatakan sebagian besar 28 ribu rakyat yang keracunan MBG tidak perlu dirawat dan hanya sebagian kecil yang menjalani perawatan.
Penulis:
Rifqah
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Menurut Prabowo angka 28 ribu kasus keracunan MBG tidak sebanding dengan jumlah keberhasilan pendistribusian MBG untuk 60,2 juga rakyat Indonesia yang sudah dijalankan sejauh ini
- Apalagi, Prabowo mengatakan sebagian besar dari 28 ribu penerima manfaat yang mengalami gangguan setelah menerima MBG itu tidak perlu dirawat dan hanya sebagian kecil yang mendapatkan perawatan
- Oleh karena itu, Prabowo menilai bahwa program MBG ini sudah bisa dikatakan berhasil
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto mengakui masih ada 28 ribu penerima manfaat yang keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.
Namun, menurut Prabowo angka 28 ribu itu tidak sebanding dengan jumlah keberhasilan pendistribusian MBG untuk 60,2 juta rakyat Indonesia yang sudah dijalankan sejauh ini.
Apalagi, kata Prabowo, sebagian besar dari 28 ribu penerima manfaat yang mengalami gangguan setelah menerima MBG itu tidak perlu dirawat dan hanya sebagian kecil yang mendapatkan perawatan.
"Dari 60.200.000 tersebut, kalau dijumlahkan selama ini kita sudah memproduksi dan mendistribusi 4,5 miliar porsi makanan dan kita mengakui terdapat 28 ribu, katakanlah, penerimaan manfaat yang mengalami gangguan dari makanan itu dengan berbagai sebab."
"Statistiknya adalah kalau tidak salah 0,0006 (persen), berarti ini adalah 99,99994 (persen berhasil)," papar Prabowo dalam pidatonya di Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026), dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
Oleh karena itu, Prabowo menilai bahwa program MBG ini sudah bisa dikatakan berhasil.
"Iya kan? Kita ingin zero error itu harus kita capai," tegas Prabowo.
Prabowo lantas mengatakan bahwa dia juga baru saja meresmikan dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Polri di Palmerah, Jakarta, pada Jumat.
"Tadi pagi saya baru resmikan SPPG polisi, nanti begitu selesai jumlahnya akan lebih dari 1.100. Saya lihat dan saya kagum dengan kualitasnya, saya percaya saya dapat laporan dari Kepala BGN di tempat-tempat lain juga sudah sudah seperti itu," ungkap Prabowo.
Bahkan, kata Prabowo, alat-alat produksi dari dalam negeri yang digunakan di SPPG sudah cukup canggih untuk menjamin kebersihan air hingga kebersihan food tray.
"Juga mengatur limbah daripada MBG ini. Jadi, MBG ini hari ini sudah mencapai 23.000 lebih dapur SPPG," jelas Prabowo.
Baca juga: Soal Program MBG, Prabowo: Profesor-profesor Terkenal Ejek Saya dan Dituduh Macam-macam
"Pada puncaknya ini akan sampai 82 juta lebih penerimaan manfaat, pada ujungnya akan mencapai lebih dari 30.000 dapur dan tiap dapur mempekerjakan 50 orang," tambahnya.
Prabowo juga menyampaikan bahwa pekerja dapur MBG sekarang ini diketahui sudah ada lebih dari 1 juta orang.
"Ujungnya akan 1,5 juta orang bekerja tiap hari. Tapi tiap dapur akan menimbulkan dan sudah menimbulkan 5 sampai 10 pemasok, masing-masing pemasok punya 3, 4, 5 petani yang bekerja, ekonomi di desa hidup, petani sayur, petani ikan, peternak ayam, peternak kambing, peternak susu."