Kolaborasi Industri dan Pemerintah Dinilai Kunci Penguatan Ketahanan Siber Nasional
ancaman digital di Indonesia semakin besar dan kompleks, seiring meningkatnya aktivitas serangan
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- Indonesia menghadapi jutaan notifikasi serangan, sehingga otomatisasi dan pemantauan real time menjadi kebutuhan utama.
- Zentara bekerja sama dengan BSSN serta menerapkan strategi ofensif–defensif untuk memperkuat ketahanan sistem digital.
- Fokus pada infrastruktur vital dan standar global — Perusahaan mengembangkan SOC 24/7, memperkuat riset teknologi nasional, dan menargetkan sektor strategis serta pasar internasional.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan keamanan dan intelijen siber Zentara menilai skala ancaman digital di Indonesia semakin besar dan kompleks, seiring meningkatnya aktivitas serangan yang dapat mencapai jutaan notifikasi dalam satu periode operasional.
Co-Founder dan CEO Zentara Regal Rauniyar Star mengatakan, secara nasional jumlah potensi serangan siber yang tercatat dapat mencapai sekitar 16 juta, bahkan berpotensi terjadi dalam satu hari operasi.
“Bayangkan jika seorang analis harus memproses 16 juta notifikasi atau potensi serangan. Itu pekerjaan yang sangat besar,” ujar Regal dalam pemaparannya kepada media di kantor baru Zentara di Baic Tower, Tangerang Selatan.
Menurutnya, tingginya volume ancaman menuntut pendekatan yang lebih efisien melalui pemanfaatan otomatisasi. Jika sebagian proses analisis dapat diotomatisasi, beban kerja analis dapat berkurang secara signifikan sehingga lebih fokus mengidentifikasi serangan nyata dibandingkan peringatan palsu.
Zentara juga bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam pengembangan serta pengujian teknologi keamanan. Regal menyebut kolaborasi tersebut penting untuk memastikan solusi yang dikembangkan sesuai dengan karakteristik ancaman di Indonesia.
“Untuk mengembangkan solusi yang tepat bagi Indonesia, kami memang harus bekerja sama dengan BSSN,” katanya.
Ia menjelaskan, motif pelaku serangan siber beragam, mulai dari uji kemampuan teknis hingga upaya menargetkan sektor perbankan dan institusi keuangan guna memperoleh keuntungan. Menurutnya, pelaku serangan akan memanfaatkan setiap celah keamanan yang tersedia.
“Hacker pada dasarnya mencari ‘pintu yang terbuka’. Jika sistem memiliki celah, mereka akan mencoba masuk,” ujarnya.
Untuk memperkuat ketahanan sistem, Zentara menerapkan pendekatan ofensif dan defensif melalui konsep red team dan blue team. Tim ofensif bertugas mengidentifikasi kerentanan, sementara tim defensif memperkuat perlindungan agar celah dapat ditutup sebelum dimanfaatkan pihak luar.
Dalam operasional bisnis, Zentara memiliki sejumlah divisi, meliputi keamanan siber, intelijen, solusi perusahaan, serta riset dan pengembangan (R&D). Riset difokuskan pada kebutuhan nasional, korporasi besar, dan infrastruktur kritikal.
Perusahaan juga mengelompokkan pasar ke dalam tiga kategori. Tier 1 mencakup sektor perbankan, layanan keuangan, dan e-commerce. Tier 2 meliputi infrastruktur kritikal seperti energi dan proyek strategis. Sementara Tier 3 berkaitan dengan pembangunan infrastruktur bernilai nasional dengan siklus proyek jangka panjang.
“Tier 1 menjadi prioritas karena di sana perubahan terjadi sangat cepat dan berdampak luas. Namun kami tetap aktif di Tier 2 dan Tier 3,” kata Regal.
Di kantor barunya, Zentara mengoperasikan Security Operations Center (SOC) yang berfungsi memantau aktivitas dan potensi serangan secara real time selama 24 jam setiap hari. Sistem tersebut juga menampilkan visualisasi serangan global.
Regal menjelaskan, tidak semua notifikasi merupakan serangan nyata. Tim analis bertugas memverifikasi tingkat risiko dan menyaring alarm palsu sebelum dilakukan mitigasi, terutama karena banyak infrastruktur vital bergantung pada sistem keamanan digital.
Ia menambahkan, investasi pada infrastruktur dilakukan untuk menunjukkan bahwa teknologi buatan Indonesia mampu bersaing secara global. Selain berbasis teknologi nasional, Zentara juga membangun entitas di Singapura untuk memperkuat kepercayaan pasar internasional.
Baca tanpa iklan