Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bukan Cuma Harga Murah, Konsumen Kini Berburu Kecepatan Balas Chat

Lanskap belanja digital di Indonesia mengalami pergeseran drastis. Konsumen kini tidak hanya menuntut harga murah, melainkan kecepatan respons

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dodi Esvandi
zoom-in Bukan Cuma Harga Murah, Konsumen Kini Berburu Kecepatan Balas Chat
HO/IST
Dalam perjalanan belanja digital, platform pesan instan kini mengungguli media sosial tradisional untuk urusan transaksi. Riset yang sama mencatat 81 persen responden memilih WhatsApp sebagai kanal komunikasi utama saat berinteraksi dengan pelaku bisnis. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Lanskap belanja digital di Indonesia mengalami pergeseran drastis. Konsumen kini tidak hanya menuntut harga murah, melainkan kecepatan respons. 

Lambat membalas pesan dalam hitungan menit bisa berarti kehilangan potensi penjualan.

Riset terbaru dari platform omnichannel SleekFlow mengonfirmasi fenomena ini. 

Sebanyak 46 persen konsumen mengaku langsung kehilangan minat beli jika pesan mereka tidak dibalas dalam waktu lima menit. 

Lebih ekstrem lagi, 72 persen responden emoh menunggu lebih lama setelah melewati batas toleransi tersebut.

Angka-angka ini menegaskan bahwa dalam ekosistem belanja yang kini berbasis obrolan (chat-first), kecepatan interaksi telah bergeser dari sekadar urusan layanan pelanggan (customer service) menjadi pilar utama penentu konversi penjualan.

WhatsApp Jadi Gerbang Utama

Dalam perjalanan belanja digital, platform pesan instan kini mengungguli media sosial tradisional untuk urusan transaksi. 

Rekomendasi Untuk Anda

Riset yang sama mencatat 81 persen responden memilih WhatsApp sebagai kanal komunikasi utama saat berinteraksi dengan pelaku bisnis.

Konsumen Indonesia juga makin kritis. Sekitar 87,7 persen responden yang aktif berbelanja di online marketplace kini mengharapkan transparansi informasi dan komunikasi yang relevan, bukan sekadar perang harga atau promo.

Kecepatan dan kemudahan akses di berbagai kanal kini menjadi tolok ukur baru loyalitas pelanggan.

Baca juga: Ramadan dan Tren Belanja Digital: Wishlist yang Kian Beragam

Tantangan Layanan Hybrid

Menjawab tuntutan serba instan ini, pelaku usaha mulai beralih ke model layanan hybrid—menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dengan agen manusia. 

Pasalnya, otomasi penuh lewat bot kerap kali belum cukup untuk menangani transaksi yang rumit. 

Data menunjukkan:

  • 73 persen konsumen di Asia Tenggara tetap memilih interaksi dengan manusia untuk kasus yang kompleks.
  • 71% menganggap peran tim sales tetap krusial dalam keputusan pembelian produk bernilai tinggi.
  • 22% mulai terbiasa dengan model layanan campuran (AI dan manusia).

Kombinasi ini diadopsi oleh sejumlah industri lokal untuk menjaga performa operasional. 

Klinik ortopedi Vlife Indonesia, misalnya, memanfaatkan AI Agent untuk menyaring leads dan melayani konsumen di luar jam operasional. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas